Coffee Morning

Anda harus lebih Berani daripada yang Anda yakini, Anda harus lebih Kuat daripada yang tampak dan Anda harus lebih Pintar daripada yang Anda kira. AA Milne (1882-1956)

Spekulasi akan kuasa tuhan

Ini tulisan saya yang kesekian kalinya mengenai kebodohan orang yang mudah mengaitkan segala sesuatu yang menyenangkan/menguntungkan baginya/kelompoknya sebagai suatu berkah dari kuasa tuhan. Begitu gampang bagi orang model seperti itu untuk mengaitkan segala sesuatu sebagai bagian dari kuasa tuhan yang mereka agungkan dalam imajinasi mereka.

Minggu kemarin saya berkunjung ke rumah keluarga (umat Nasrani) di salah satu kota di Jawa Timur, mereka bercerita ada anggota keluarga (sebut aja A) menderita penyakit batu ginjal sewaktu mengandung anaknya, kedua ginjalnya mengalami gangguan. Anggota keluarga membawa si A ke persekutuan dan di doa kan tuk kesembuhan si A, namun cerita seakan takjub, ketika dokter mengatakan penyakit batu ginjal si A hanya sisa sebelah saja, yang sebelah lainnya telah sembuh total setelah melahirkan.

Jika kita mengikuti cerita tersebut akan muncul kekaguman akan suatu kuasa luar biasa, takjub akan kemampuan mahluk adi kodrati, tapi itu lah yang dikatakan teknik berbicara heuristik, semua yang tidak pasti akan terlihat dan terasa nyata seakan benar terjadi seperti apa yang dikatakan.

Kebanyakan orang-orang model seperti itu sangat mudah dalam mentafsir setiap kejadian yang menyenangkan/menguntungkan sebagai hasil dari kuasa tuhan, sebagai imbalan karena telah percaya dan menyerahkan diri pada nya.

Namun jika kita analisa, kenapa si A bisa sampai menderita penyakit batu ginjal ? Apakah itu merupakan cobaan dari tuhan kepada nya atau kebetulan saja si A menderita penyakit tersebut secara tiba-tiba karena pola hidupnya tidak sehat ? Ironis nya, seorang preman yang setiap hari mengkonsumsi minuman keras, tidur tidak teratur, makan seenaknya, merokok dan mengkonsumsi obat-obatan terlarang tidak menderita penyakit batu ginjal, kenapa ?

Jika batu ginjal si A telah di sembuhkan sebelah di persekutuan doa, berarti itu menunjukan seakan adanya kuasa tuhan yang hebat, tapi anehnya kenapa hanya sebelah aja yang sembuh ? Kenapa tuhan tidak mau menyembuhkan langsung total kedua ginjal nya ? Apakah tuhan punya rencana lain, yaitu agar keluarga tersebut mengeluarkan uang lebih banyak tuk pengobatan ?

Apakah doa yang di ucapkan oleh anggota persekutuan, si A dan keluarga si A, kurang cukup tuk meyakinkan tuhan tuk menyembuhkan si A secara total ? Atau apakah tuhan masih ragu akan keyakinan si A sehingga tuhan menyembuhkan salah satu ginjalnya saja ? Semua menjadi rancu, jika dilihat/dianalisa dengan kritis, ini yang dikatakan teknik berbicara sistematis yang bersifat realistis, bukan imajinasi belaka...

Readmore »»

Ibu Penjual Telur Asin dan Pengusaha Muda

Ada seorang ibu penjual telur asin dipinggir jalan mengatakan bahwa keuntungan yang diperoleh dari sebutir telur asin adalah 100 rupiah, jika dalam satu hari jualan nya laris ibu tersebut akan memperoleh 15.000 rupiah, jika jualannya tidak laris si ibu tidak memperoleh pendapatan apa pun. Dengan kondisi keuangan seperti itu, si ibu harus menghidupi dan menyekolahkan 3 orang anaknya.

Berbeda dengan kondisi teman saya seorang pengusaha muda tambang batubara asal jakarta yang memperoleh keuntungan bersih bulanan dengan nominal ratusan juta rupiah. Dengan tinggi nya pendapatan yang diperoleh teman saya membuat diri nya cukup royal dalam mengeluarkan uang nya.

Teman saya tersebut pernah bercerita kepada saya, bahwa ada rekan bisnis nya berhutang 2.5 miliar rupiah dan tidak mau membayarnya, teman saya dengan gampangnya mengeluarkan uang 50 juta rupiah untuk membayar seseorang untuk “memaksa” rekan bisnis nya mau mengakui dan melunasi utang nya. Teman saya mengatakan, mending membuang uang kecil (50 juta rupiah) untuk mendapatkan kembali uang nya 2.5 miliar rupiah. Jika kita liat uang 50 juta bagi teman saya mungkin terasa kecil/sedikit.

Berbeda dengan ibu penjual telur asin, ketika realiti show memberikan uang 1 juta rupiah kepada nya, si ibu merasa sudah memperoleh rejeki sangat-sangat besar dan berlebihan, bahkan sampai sujud syukur kepada Tuhan nya sebagai tanda terima kasih.

Ada 2 kondisi yang berbeda, nilai nominal 1 juta rupiah sudah terasa sangat-sangat besar dan berlebihan bagi ibu penjual telor asin dibandingkan pendapatan hari nya yang hanya sebesar 15.000 rupiah, sedangkan untuk teman saya nilai nominal 50 juta rupiah masih terasa sangat kecil dan tidak berarti dibandingkan pendapatan bulannya sebesar ratusan juta rupiah.

Jadi jika teman saya kehilangan uang sebesar 1 juta rupiah mungkin tidak menjadi beban/penderitaan bagi nya, namun akan berbeda jika si ibu penjual telor asin kehilangan uang sebesar 1 juta rupiah yang mungkin akan membuat diri nya sangat-sangat menderita atas kehilangan uang tersebut.

Apa yang bisa kita tangkap dari cerita diatas dan di bandingkan dalam kehidupan kita sehari-hari ?

Readmore »»

Kasih dan Cinta Kasih

Kasih dan Cinta Kasih adalah 2 hal yang sama namun berbeda, Kasih dan Cinta Kasih merupakan hal yang sama-sama mengharapkan kebahagiaan, bagi diri sendiri maupun orang lain, namun hal tersebut akan terlihat beda karena pengelompokan.

Istilah Kasih lebih umum digunakan oleh kalangan Nasrani yang menyatakan suatu berkah yang di berikan oleh/di dapat dari Tuhan sebagai suatu kebenaran dimana kasih itu dapat bermanfaat dan memberikan kebahagiaan bagi diri sendiri maupun orang lain.

Istilah Cinta Kasih biasanya digunakan oleh kalangan Buddhism yang menyatakan suatu dorongan dalam diri kita untuk menumbuhkan rasa peduli dan simpati terhadap orang lain dengan mengharapkan kebahagiaan bagi diri sendiri maupun orang lain.

Perbedaannya terlihat, hanya sebatas kata "pemberian" dengan "menumbuhkan". Teman saya mengatakan bahwa Cinta Kasih yang "ditumbuhkan" oleh diri sendiri adalah tidak murni dibandingkan Kasih yang bersifat "diberi" oleh Tuhan, karena diri sendiri tidak ada tolak ukur yang pasti dan jelas, tapi kalo "diberi" oleh Tuhan maka ada tolak ukur yang pasti dan jelas.

Jika demikian, tentunya Kasih yang diterima oleh setiap orang yang mendapatkan berkah dari Tuhan sebagai akibat penyerahan diri nya kepada Tuhan, tentunya Kasih tersebut akan bersifat menyeluruh dan tidak ada cacat, karena tolak ukur nya pasti dan jelas. Maka seharusnya, orang yang telah "diberi" Kasih oleh Tuhan, tentunya tidak akan melakukan sedikit pun kesalahan dan hal buruk sekecil apa pun, jika tidak, maka tolak ukur itu menjadi tidak pasti dan tidak lah jelas.

Cinta Kasih dapat di tumbuhkan dalam diri seseorang, seperti hal nya kita menumbuhkan "rasa hormat" kepada orang tua, seperti hal nya kita menumbuhkan "rasa suka" kepada pasangan kita, dimana hal tersebut membutuhkan proses dalam usaha "menumbuhkan" yang tentunya hasil yang diperoleh tidak akan sama tergantung pada pribadi masing-masing.

Mengenai murni atau tidak, bukan persoalan utama dalam praktek Kasih dan Cinta Kasih, tapi bagaimana kita bisa menjadi berguna bagi diri sendiri maupun terhadap orang lain dalam mencapai kebahagiaan dalam kehidupan sehari-hari.

Readmore »»

Tidak yakin pada Tuhan = Sombong ?

Saya sempat berdiskusi dengan salah satu teman lama saya, teman saya mengatakan bahwa orang yang tidak yakin pada tuhan (kuasa diluar diri seseorang) dan mengandalkan diri nya sendiri mengakibatkan manusia menjadi angkuh dan sombong, karena merasa semua berasal dari diri sendiri.

Saya mengatakan bahwa seseorang menjadi angkuh dan sombong atas kehidupan bukan karena ia percaya atau tidak pada sosok Tuhan, tapi seseorang menjadi angkuh dan sombong karena diri nya merasa lebih dari orang lain.

Ada orang yang tidak percaya pada sosok Tuhan, merasa diri nya hebat dari pada orang lain, membanggakan diri nya sendiri tanpa pemahaman yang jelas dan benar, sehingga ia merendahkan orang lain.

Ada orang yang percaya pada sosok Tuhan, merasa diri nya hebat dari pada orang lain karena merasa telah di selamatkan dan di lindungi, membanggakan diri nya sendiri tanpa pemahaman yang jelas dan benar, sehingga ia merendahkan orang lain.

Toh, muncul kenyataan demikian, apakah tolak ukur seseorang menjadi angkuh dan sombong atas kehidupan hanya karena faktor yakin/percaya atau tidak pada sosok Tuhan ? Inti dari itu adalah sadar, bahwa kita hidup saat ini, bukan hidup dengan terbayang-bayang pada masa lalu kita (yang baik atau buruk), juga bukan hidup terlena akan imajinasi yang penuh pengharapan dalam pemenuhan keinginan kita.

Jika ada seseorang yang beranggapan bahwa tidak yakin pada Tuhan menjadi kan manusia sombong, maka sudah dipastikan seseorang itu hanya berkata omong kosong dengan tujuan untuk membanggakan diri nya yang yakin pada Tuhan, tidak lebih dari itu.

Kita sadar, bahwa apa pun yang kita perbuat akan berakibat sesuatu, sederhana nya jika kita makan tentunya kita akan kenyang, jika kita belajar tentunya kita akan paham/mengerti akan sesuatu yang kita pelajari, jika kita menanam benih buah dengan baik dan benar (kondisi) tentunya kita akan menikmati buah hasil dari tanaman yang kita tanam.

Memahami hal tersebut, bukan berarti menjadikan diri kita sombong atau angkuh, namun membuat kita menjadi sadar akan suatu konsekuensi dan dapat dengan jelas dalam melihat kehidupan secara nyata bukan bayangan imajinasi yang tidak kita ketahui secara pasti, sehingga kita menjadi bertangung jawab atas apa pun yang kita perbuat. Bukan kah hal itu simple, kenapa harus di buat ribet ?

Readmore »»

Sekolah Tinggi Injil Arastamar di gusur, ehm…

Sering kita mendengar cerita sensasional dari kalangan Nasrani, bahwa betapa hebat nya Tuhan mereka, apapun akan di Kabul kan karena tiada yang mustahil bagi Tuhan mereka, jika memang Tuhan merasa hal itu baik. Bahkan beberapa kali “katanya” Mukjijat Tuhan nya di nyatakan dan di publikasikan secara luas “seakan” benar-benar terjadi dan untuk menyatakan kuasa serta keberadaan Tuhannya.

Jika kita perhatikan baik-baik, berapa banyak dari praktek “dukun” yang dikatakan sebagai Mukjijat itu berhasil ? mungkin bisa 10 : 1, bukan kah bisa dikatakan itu adalah suatu proses kebetulan ? Kita bisa ambil contoh orang sakit di rumah sakit, dari 10 orang Nasrani yang sedang sakit parah, berapa banyak yang bisa sembuh ?

Kenyataannya ada 2, jika banyak yang sembuh walau tidak keseluruhan (10 orang) maka berita itu digembar gemborkan sebagai Kuasa dan Mukjijat Tuhan nya, tapi sebaliknya jika sedikit yang sembuh maka berita itu disimpan erat-erat dan tidak dipublikasikan, setelah itu dikalangan umat dikatakan Tuhan mempunyai rencana lain atas ketidaksembuhan si X atau Iman dari si X kurang sehingga Tuhan tidak bisa menyembuhkannya. Berbagai alasan keluar untuk tetap memuliakan nama Tuhan nya apapun kondisi yang terjadi, dengan kata lain terjadi spekulasi dan pembodohan massa.

Namun ada kasus yang terjadi di depan umum dan Tuhan nya tidak mampu berbuat apa-apa. Gedung tempat STIA / Sekolah Tinggi Injil Arastamar melakukan kegiatan ngajar mengajar ternyata digusur, dimana sebelum ini STIA juga pernah diusir oleh warga setempat dari gedung nya yang lama. Kenyataan yang terjadi adalah sekolah tersebut ditutup sementara dan gedung nya tetap di gusur, walau mahasiswa nya berdemo namun tidak dapat merubah keadaan. Dimana kuasa dan Mukjijat Tuhannya, ketika umatnya membutuhkan nya ?

Ehm… mungkin setelah proses pengusuran ini terjadi, ada solusi untuk mengatasi proses ngajar mengajar STIA baik dari pemerintah atau dari umat Nasrani, tetap saja itu bukan menyatakan Kuasa dan Mukjijat Tuhannya, karena STIA sudah pernah diusir dan tetap saja gedung STIA digusur, tidak akan merubah keadaan, yang ada hanya spekulasi yaitu Tuhan mempunyai rencana lain atas kejadian itu, ehm… dalam situasi dan kondisi apapun ternyata Tuhan akan terlihat cantik walau sebenarnya bopeng…

NB. Tulisan ini bertujuan untuk menambah wawasan dalam melihat kenyataan yang terjadi secara kritis.

Readmore »»

Pertolongan yang selalu terlambat

Ada seorang ibu separuh baya, menangis menceritakan kejadian yang menimpa diri nya, uang nya sebanyak 600 juta lenyap di Bank Century. Ibu tersebut menceritakan diri nya menjadi stress dengan kejadian yang menimpa dirinya, segala perhiasan emas yang dimiliki nya sudah habis di jual untuk memenuhi kebutuhan hidupnya kecuali sebuah kalung yang masih ada di lehernya dengan liontin berbentuk salib, ia mengatakan karena itu adalah kalung Tuhan nya.

Saya sempat heran, setelah mengalami penderitaan yang begitu hebat, ia masih bisa mengagungkan Tuhan nya, walau Tuhan nya tidak dapat menolongnya sekalipun, yang Nampak hanya lah pertolongan emosional dan menenangkan perasaan si ibu yang dilakukan oleh jemaat dan pemuka agama nya, namun pertolongan tersebut bukan membuat si ibu keluar dari permasalahan yang sesungguhnya dan menerima keadaan yang di alaminya.

Apakah pertolongan Tuhan sebenarnya nyata ? Muncul berbagai pertanyaan tambahan dalam benak saya, jika Tuhan nya sangat baik dan ingin menolong si ibu yang sedang mengalami kesulitan :

1. Kenapa bantuan tersebut tidak terjadi secara langsung ? Yang terjadi malah, si ibu semakin stress dengan keadaan yang berlarut-larut tanpa penyelesaian.

2. Kenapa si ibu tersebut bisa masuk dalam kesulitan tersebut ? apakah ada rencana/tujuan lain ? apakah hal tersebut merupakan cobaan ? apakah Tuhan nya (Maha Mengetahui) tidak cukup mengetahui, sehingga Tuhan harus mencobai si ibu terlebih dahulu untuk memperoleh jawaban atas keingin tahuan Tuhan ?

3. Yang paling penting adalah, mengapa Tuhan nya (Maha Baik dan Maha Mengetahui) membiarkan si ibu tersebut tergoda untuk masuk dalam godaan untuk menaruh sebagian besar uang nya di Bank yang suatu hari akan mengalami kebangkrutan ? Manusia memang tidak mungkin mengetahui, tapi Tuhan seharusnya mengetahuinya…

Jika dikemudian hari si ibu dapat menyelesaikan masalah keuangan tersebut yang mungkin di klaim sebagai bantuan dari Tuhan nya, maka kenapa pertolongan tersebut harus datang terlambat ?

Readmore »»

Tuhan baik untuk mu

ada atau tidak ada nya sosok tuhan
tidak akan memberikan pengaruh besar dalam peradaban manusia...

orang yang percaya akan ada nya sosok tuhan
juga masih melakukan hal baik
juga masih DAPAT melakukan hal buruk

orang yang tidak percaya akan ada nya sosok tuhan
juga masih DAPAT melakukan hal baik
juga masih melakukan hal buruk

jadi baik atau buruk, bukan karena sosok tuhan
jadi apa fungsi keberadaan tuhan ?

keberadaan tuhan dengan segala model/bentuk nya
hanya menimbulkan
permusuhan
keributan
pertentangan
perkelahian
peperangan
perkelahian
penipuan
pembunuhan

dan hanya memberikan
rasa nyaman
rasa bersatu dan bersama
rasa terselamatkan
rasa aman

lihatlah kenyataan, tentu tidak ada kata "rasa"
yang ada adalah kepastian akan kehidupan
namun banyak manusia buta...
buta tanpa bisa melihat dengan jelas kebenaran yang ada didepannya

jika tuhan baik untuk mu
maka belum tentu baik untuk ku dan orang lain

jika tuhan baik untuk mu
maka tidak perlu di jual dari rumah ke rumah...
disitu anda menghargai "baik" tuhan itu untuk mu

jika tuhan baik untuk mu
silakan berbaik lah ke tuhan mu sebelum tuhan mu murka pada mu

jika tuhan baik untuk mu
tidak perlu anda menghina ajaran agama lain

jika tuhan baik untuk mu
tidak perlu anda memandang rendah ajaran agama lain

jika tuhan baik untuk mu
silakan jalankan ajaran nya...
maka pada saat itu tuhan akan terlihat baik untuk mu
kecuali jika tuhan itu buruk untuk mu
yang terlihat adalah
perbuatan mu yang buruk
ucapan mu yang buruk
pikiran mu yang buruk...

jika ku tampar pipi kanan mu
berikan pipi kiri mu tuk ku tampar,
bukan nya membalas tamparan itu...
jika tuhan itu baik untuk mu... amin...

Readmore »»