Coffee Morning

Anda harus lebih Berani daripada yang Anda yakini, Anda harus lebih Kuat daripada yang tampak dan Anda harus lebih Pintar daripada yang Anda kira. AA Milne (1882-1956)

Ibu Penjual Telur Asin dan Pengusaha Muda

Ada seorang ibu penjual telur asin dipinggir jalan mengatakan bahwa keuntungan yang diperoleh dari sebutir telur asin adalah 100 rupiah, jika dalam satu hari jualan nya laris ibu tersebut akan memperoleh 15.000 rupiah, jika jualannya tidak laris si ibu tidak memperoleh pendapatan apa pun. Dengan kondisi keuangan seperti itu, si ibu harus menghidupi dan menyekolahkan 3 orang anaknya.

Berbeda dengan kondisi teman saya seorang pengusaha muda tambang batubara asal jakarta yang memperoleh keuntungan bersih bulanan dengan nominal ratusan juta rupiah. Dengan tinggi nya pendapatan yang diperoleh teman saya membuat diri nya cukup royal dalam mengeluarkan uang nya.

Teman saya tersebut pernah bercerita kepada saya, bahwa ada rekan bisnis nya berhutang 2.5 miliar rupiah dan tidak mau membayarnya, teman saya dengan gampangnya mengeluarkan uang 50 juta rupiah untuk membayar seseorang untuk “memaksa” rekan bisnis nya mau mengakui dan melunasi utang nya. Teman saya mengatakan, mending membuang uang kecil (50 juta rupiah) untuk mendapatkan kembali uang nya 2.5 miliar rupiah. Jika kita liat uang 50 juta bagi teman saya mungkin terasa kecil/sedikit.

Berbeda dengan ibu penjual telur asin, ketika realiti show memberikan uang 1 juta rupiah kepada nya, si ibu merasa sudah memperoleh rejeki sangat-sangat besar dan berlebihan, bahkan sampai sujud syukur kepada Tuhan nya sebagai tanda terima kasih.

Ada 2 kondisi yang berbeda, nilai nominal 1 juta rupiah sudah terasa sangat-sangat besar dan berlebihan bagi ibu penjual telor asin dibandingkan pendapatan hari nya yang hanya sebesar 15.000 rupiah, sedangkan untuk teman saya nilai nominal 50 juta rupiah masih terasa sangat kecil dan tidak berarti dibandingkan pendapatan bulannya sebesar ratusan juta rupiah.

Jadi jika teman saya kehilangan uang sebesar 1 juta rupiah mungkin tidak menjadi beban/penderitaan bagi nya, namun akan berbeda jika si ibu penjual telor asin kehilangan uang sebesar 1 juta rupiah yang mungkin akan membuat diri nya sangat-sangat menderita atas kehilangan uang tersebut.

Apa yang bisa kita tangkap dari cerita diatas dan di bandingkan dalam kehidupan kita sehari-hari ?

Readmore »»

Kasih dan Cinta Kasih

Kasih dan Cinta Kasih adalah 2 hal yang sama namun berbeda, Kasih dan Cinta Kasih merupakan hal yang sama-sama mengharapkan kebahagiaan, bagi diri sendiri maupun orang lain, namun hal tersebut akan terlihat beda karena pengelompokan.

Istilah Kasih lebih umum digunakan oleh kalangan Nasrani yang menyatakan suatu berkah yang di berikan oleh/di dapat dari Tuhan sebagai suatu kebenaran dimana kasih itu dapat bermanfaat dan memberikan kebahagiaan bagi diri sendiri maupun orang lain.

Istilah Cinta Kasih biasanya digunakan oleh kalangan Buddhism yang menyatakan suatu dorongan dalam diri kita untuk menumbuhkan rasa peduli dan simpati terhadap orang lain dengan mengharapkan kebahagiaan bagi diri sendiri maupun orang lain.

Perbedaannya terlihat, hanya sebatas kata "pemberian" dengan "menumbuhkan". Teman saya mengatakan bahwa Cinta Kasih yang "ditumbuhkan" oleh diri sendiri adalah tidak murni dibandingkan Kasih yang bersifat "diberi" oleh Tuhan, karena diri sendiri tidak ada tolak ukur yang pasti dan jelas, tapi kalo "diberi" oleh Tuhan maka ada tolak ukur yang pasti dan jelas.

Jika demikian, tentunya Kasih yang diterima oleh setiap orang yang mendapatkan berkah dari Tuhan sebagai akibat penyerahan diri nya kepada Tuhan, tentunya Kasih tersebut akan bersifat menyeluruh dan tidak ada cacat, karena tolak ukur nya pasti dan jelas. Maka seharusnya, orang yang telah "diberi" Kasih oleh Tuhan, tentunya tidak akan melakukan sedikit pun kesalahan dan hal buruk sekecil apa pun, jika tidak, maka tolak ukur itu menjadi tidak pasti dan tidak lah jelas.

Cinta Kasih dapat di tumbuhkan dalam diri seseorang, seperti hal nya kita menumbuhkan "rasa hormat" kepada orang tua, seperti hal nya kita menumbuhkan "rasa suka" kepada pasangan kita, dimana hal tersebut membutuhkan proses dalam usaha "menumbuhkan" yang tentunya hasil yang diperoleh tidak akan sama tergantung pada pribadi masing-masing.

Mengenai murni atau tidak, bukan persoalan utama dalam praktek Kasih dan Cinta Kasih, tapi bagaimana kita bisa menjadi berguna bagi diri sendiri maupun terhadap orang lain dalam mencapai kebahagiaan dalam kehidupan sehari-hari.

Readmore »»

Tidak yakin pada Tuhan = Sombong ?

Saya sempat berdiskusi dengan salah satu teman lama saya, teman saya mengatakan bahwa orang yang tidak yakin pada tuhan (kuasa diluar diri seseorang) dan mengandalkan diri nya sendiri mengakibatkan manusia menjadi angkuh dan sombong, karena merasa semua berasal dari diri sendiri.

Saya mengatakan bahwa seseorang menjadi angkuh dan sombong atas kehidupan bukan karena ia percaya atau tidak pada sosok Tuhan, tapi seseorang menjadi angkuh dan sombong karena diri nya merasa lebih dari orang lain.

Ada orang yang tidak percaya pada sosok Tuhan, merasa diri nya hebat dari pada orang lain, membanggakan diri nya sendiri tanpa pemahaman yang jelas dan benar, sehingga ia merendahkan orang lain.

Ada orang yang percaya pada sosok Tuhan, merasa diri nya hebat dari pada orang lain karena merasa telah di selamatkan dan di lindungi, membanggakan diri nya sendiri tanpa pemahaman yang jelas dan benar, sehingga ia merendahkan orang lain.

Toh, muncul kenyataan demikian, apakah tolak ukur seseorang menjadi angkuh dan sombong atas kehidupan hanya karena faktor yakin/percaya atau tidak pada sosok Tuhan ? Inti dari itu adalah sadar, bahwa kita hidup saat ini, bukan hidup dengan terbayang-bayang pada masa lalu kita (yang baik atau buruk), juga bukan hidup terlena akan imajinasi yang penuh pengharapan dalam pemenuhan keinginan kita.

Jika ada seseorang yang beranggapan bahwa tidak yakin pada Tuhan menjadi kan manusia sombong, maka sudah dipastikan seseorang itu hanya berkata omong kosong dengan tujuan untuk membanggakan diri nya yang yakin pada Tuhan, tidak lebih dari itu.

Kita sadar, bahwa apa pun yang kita perbuat akan berakibat sesuatu, sederhana nya jika kita makan tentunya kita akan kenyang, jika kita belajar tentunya kita akan paham/mengerti akan sesuatu yang kita pelajari, jika kita menanam benih buah dengan baik dan benar (kondisi) tentunya kita akan menikmati buah hasil dari tanaman yang kita tanam.

Memahami hal tersebut, bukan berarti menjadikan diri kita sombong atau angkuh, namun membuat kita menjadi sadar akan suatu konsekuensi dan dapat dengan jelas dalam melihat kehidupan secara nyata bukan bayangan imajinasi yang tidak kita ketahui secara pasti, sehingga kita menjadi bertangung jawab atas apa pun yang kita perbuat. Bukan kah hal itu simple, kenapa harus di buat ribet ?

Readmore »»

Sekolah Tinggi Injil Arastamar di gusur, ehm…

Sering kita mendengar cerita sensasional dari kalangan Nasrani, bahwa betapa hebat nya Tuhan mereka, apapun akan di Kabul kan karena tiada yang mustahil bagi Tuhan mereka, jika memang Tuhan merasa hal itu baik. Bahkan beberapa kali “katanya” Mukjijat Tuhan nya di nyatakan dan di publikasikan secara luas “seakan” benar-benar terjadi dan untuk menyatakan kuasa serta keberadaan Tuhannya.

Jika kita perhatikan baik-baik, berapa banyak dari praktek “dukun” yang dikatakan sebagai Mukjijat itu berhasil ? mungkin bisa 10 : 1, bukan kah bisa dikatakan itu adalah suatu proses kebetulan ? Kita bisa ambil contoh orang sakit di rumah sakit, dari 10 orang Nasrani yang sedang sakit parah, berapa banyak yang bisa sembuh ?

Kenyataannya ada 2, jika banyak yang sembuh walau tidak keseluruhan (10 orang) maka berita itu digembar gemborkan sebagai Kuasa dan Mukjijat Tuhan nya, tapi sebaliknya jika sedikit yang sembuh maka berita itu disimpan erat-erat dan tidak dipublikasikan, setelah itu dikalangan umat dikatakan Tuhan mempunyai rencana lain atas ketidaksembuhan si X atau Iman dari si X kurang sehingga Tuhan tidak bisa menyembuhkannya. Berbagai alasan keluar untuk tetap memuliakan nama Tuhan nya apapun kondisi yang terjadi, dengan kata lain terjadi spekulasi dan pembodohan massa.

Namun ada kasus yang terjadi di depan umum dan Tuhan nya tidak mampu berbuat apa-apa. Gedung tempat STIA / Sekolah Tinggi Injil Arastamar melakukan kegiatan ngajar mengajar ternyata digusur, dimana sebelum ini STIA juga pernah diusir oleh warga setempat dari gedung nya yang lama. Kenyataan yang terjadi adalah sekolah tersebut ditutup sementara dan gedung nya tetap di gusur, walau mahasiswa nya berdemo namun tidak dapat merubah keadaan. Dimana kuasa dan Mukjijat Tuhannya, ketika umatnya membutuhkan nya ?

Ehm… mungkin setelah proses pengusuran ini terjadi, ada solusi untuk mengatasi proses ngajar mengajar STIA baik dari pemerintah atau dari umat Nasrani, tetap saja itu bukan menyatakan Kuasa dan Mukjijat Tuhannya, karena STIA sudah pernah diusir dan tetap saja gedung STIA digusur, tidak akan merubah keadaan, yang ada hanya spekulasi yaitu Tuhan mempunyai rencana lain atas kejadian itu, ehm… dalam situasi dan kondisi apapun ternyata Tuhan akan terlihat cantik walau sebenarnya bopeng…

NB. Tulisan ini bertujuan untuk menambah wawasan dalam melihat kenyataan yang terjadi secara kritis.

Readmore »»

Pertolongan yang selalu terlambat

Ada seorang ibu separuh baya, menangis menceritakan kejadian yang menimpa diri nya, uang nya sebanyak 600 juta lenyap di Bank Century. Ibu tersebut menceritakan diri nya menjadi stress dengan kejadian yang menimpa dirinya, segala perhiasan emas yang dimiliki nya sudah habis di jual untuk memenuhi kebutuhan hidupnya kecuali sebuah kalung yang masih ada di lehernya dengan liontin berbentuk salib, ia mengatakan karena itu adalah kalung Tuhan nya.

Saya sempat heran, setelah mengalami penderitaan yang begitu hebat, ia masih bisa mengagungkan Tuhan nya, walau Tuhan nya tidak dapat menolongnya sekalipun, yang Nampak hanya lah pertolongan emosional dan menenangkan perasaan si ibu yang dilakukan oleh jemaat dan pemuka agama nya, namun pertolongan tersebut bukan membuat si ibu keluar dari permasalahan yang sesungguhnya dan menerima keadaan yang di alaminya.

Apakah pertolongan Tuhan sebenarnya nyata ? Muncul berbagai pertanyaan tambahan dalam benak saya, jika Tuhan nya sangat baik dan ingin menolong si ibu yang sedang mengalami kesulitan :

1. Kenapa bantuan tersebut tidak terjadi secara langsung ? Yang terjadi malah, si ibu semakin stress dengan keadaan yang berlarut-larut tanpa penyelesaian.

2. Kenapa si ibu tersebut bisa masuk dalam kesulitan tersebut ? apakah ada rencana/tujuan lain ? apakah hal tersebut merupakan cobaan ? apakah Tuhan nya (Maha Mengetahui) tidak cukup mengetahui, sehingga Tuhan harus mencobai si ibu terlebih dahulu untuk memperoleh jawaban atas keingin tahuan Tuhan ?

3. Yang paling penting adalah, mengapa Tuhan nya (Maha Baik dan Maha Mengetahui) membiarkan si ibu tersebut tergoda untuk masuk dalam godaan untuk menaruh sebagian besar uang nya di Bank yang suatu hari akan mengalami kebangkrutan ? Manusia memang tidak mungkin mengetahui, tapi Tuhan seharusnya mengetahuinya…

Jika dikemudian hari si ibu dapat menyelesaikan masalah keuangan tersebut yang mungkin di klaim sebagai bantuan dari Tuhan nya, maka kenapa pertolongan tersebut harus datang terlambat ?

Readmore »»

Tuhan baik untuk mu

ada atau tidak ada nya sosok tuhan
tidak akan memberikan pengaruh besar dalam peradaban manusia...

orang yang percaya akan ada nya sosok tuhan
juga masih melakukan hal baik
juga masih DAPAT melakukan hal buruk

orang yang tidak percaya akan ada nya sosok tuhan
juga masih DAPAT melakukan hal baik
juga masih melakukan hal buruk

jadi baik atau buruk, bukan karena sosok tuhan
jadi apa fungsi keberadaan tuhan ?

keberadaan tuhan dengan segala model/bentuk nya
hanya menimbulkan
permusuhan
keributan
pertentangan
perkelahian
peperangan
perkelahian
penipuan
pembunuhan

dan hanya memberikan
rasa nyaman
rasa bersatu dan bersama
rasa terselamatkan
rasa aman

lihatlah kenyataan, tentu tidak ada kata "rasa"
yang ada adalah kepastian akan kehidupan
namun banyak manusia buta...
buta tanpa bisa melihat dengan jelas kebenaran yang ada didepannya

jika tuhan baik untuk mu
maka belum tentu baik untuk ku dan orang lain

jika tuhan baik untuk mu
maka tidak perlu di jual dari rumah ke rumah...
disitu anda menghargai "baik" tuhan itu untuk mu

jika tuhan baik untuk mu
silakan berbaik lah ke tuhan mu sebelum tuhan mu murka pada mu

jika tuhan baik untuk mu
tidak perlu anda menghina ajaran agama lain

jika tuhan baik untuk mu
tidak perlu anda memandang rendah ajaran agama lain

jika tuhan baik untuk mu
silakan jalankan ajaran nya...
maka pada saat itu tuhan akan terlihat baik untuk mu
kecuali jika tuhan itu buruk untuk mu
yang terlihat adalah
perbuatan mu yang buruk
ucapan mu yang buruk
pikiran mu yang buruk...

jika ku tampar pipi kanan mu
berikan pipi kiri mu tuk ku tampar,
bukan nya membalas tamparan itu...
jika tuhan itu baik untuk mu... amin...

Readmore »»

Puisi tentang Tuhan

Tuhan !
kau adalah sosok yang didambakan oleh orang banyak...
kau adalah sosok yang penuh keagungan...
kau adalah sosok yang penuh dengan pengharapan...
kau juga adalah sosok yang membingungkan...

umat mu menaruh kepercayaan nya pada mu
umat mu... menaruh hidup nya pada mu
tapi cobaan selalu datang menerpa umat-umat mu...

kau katakan itu adalah akibat dosa manusia
kau menginginkan darah dan air mata untuk membayar dosa
tapi kau lupa tuhan... kau lupa...
bukankah dosa itu telah ditebus oleh anak mu yang juga diri mu ?

dimana kekonsistenan mu tuhan ?
dimana keberadaan mu tuhan ?

banyak yang memuja mu tuhan...
namun banyak pula yang mencela dan mencerca mu tuhan...

kau seakan muncul sebagai pahlawan kesiangan yang menolong,
setelah cobaan dan derita itu datang...

kau haus tuk di hormati dan di sembah,
jika tidak, mati... adalah sangsi nya...

bencana demi bencana kau datangkan...
hanya dengan tujuan pemuasan keinginan dan amarahmu...
hanya karena tuk mengingatkan manusia atas keberadaan mu...
betapa kejam dan beringasnya diri mu tuhan !

oh tuhan... ternyata sifat mu begitu pemarah dan pedendam...
jutaan manusia telah mati karena keinginan dan amarahmu...
tapi kau hanya diam... membisu... mamatung...

kebaikan mu hampa...
hanya terlihat jika ada umat mu yang mengatakan baik akan diri mu
hanya terlihat jika ada umat mu yang mempromosikan diri mu
hanya terlihat jika ada umat mu yang berkata-kata manis atas diri mu
hanya terlihat jika ada umat mu yang berspekulasi hal baik dari mu...
tapi kau hanya diam... membisu... mematung...

tidak ada hal nyata yang kau perbuat,
selain hanya hal baik yang muncul... secara kebetulan
namun, umat mu menyangka bahwa itu dari mu...
umat mu hanya menebak... menerka... bahwa itu dari mu...

apakah jangan-jangan kau hanya lah sosok legenda ?
yang hanya bersifat semu dan palsu...
dibicarakan hanya karena kau telah mendarah daging dari generasi ke generasi...
kau... adalah imajinasi manusia yang paling spektakuler...

tuhan, kini telah jelas diri mu...
tuhan... kita telah terlihat diri mu...
kau adalah bayangan atas pencarian jati diri manusia...
namun, nama mu meminta korban yang cukup banyak...
semoga kau sadar tuhan... dan segera memperbaiki masalah ini jika kau memang nyata...

dhanuttono
06-06-06

Readmore »»

Dongeng atau Nyata ?

Sering saya baca tulisan pakar Agama A berdebat dengan pakar Agama B mengenai kebenaran dari Agama mereka masing-masing, kebenaran dari sisi A belum tentu benar bagi B, begitu juga sebaliknya, karena si A dan si B memiliki standar kebenaran mereka sendiri yg diperoleh dari kitab sakti Agama mereka dan berlanjut menjadi tulisan-tulisan dan pernyataan-pernyataan kepada publik

Permasalahannya, kitab sakti mana yang paling benar ? cilakanya, di bumi ini muncul berpuluh-puluh Agama dengan konsep penciptaan, sosok pencipta/Tuhan dan kitab sakti mereka masing-masing, dimana setiap kitab sakti pasti saling beradu kehebatan dan kebenaran cerita yg ada didalamnya, ujung dari setiap cerita yang ada dikitab sakti tersebut pasti bersumber pada tokoh central yaitu sosok pencipta/Tuhan yang di kenal si A dan si B dari kitab sakti...

Jika masing-masing mengklaim bahwa tokoh central nya yang paling benar, kenapa tokoh central tersebut tidak mau menyelesaikan persoalan ini, yang ada si tokoh tersebut hanya membiarkan persoalan ini berlarut-larut yang mengakibatkan perselisihan, keributan, perdebatan, pertentangan, perkelahian, permusuhan, peperangan bahkan pembunuhan. Sampai terjadi hal yang terburuk sekalipun, tokoh central tersebut hanya lah menjadi penonton yang baik dan duduk diam menikmati pertunjukan spektakuler...

Apakah sosok central tersebut benar eksis keberadaannya ? karena kontribusi nyata dari sosok central tersebut tidak kunjung tiba sedikit pun, yang ada hanya lah cerita yang "seakan nyata" terjadi dan pasti disampaikan oleh pengemar tokoh central tersebut, singkatnya selalu ada wartawan atau reporter yang "harus" menyampaikan (seakan ada) keberadaan si tokoh central tersebut. Kenapa bukan dari si tokoh itu sendiri yang menyampaikan keberadaannya ? Apakah karena tokoh tersebut mempunyai sifat pemalu yg selalu bersembunyi dan hanya memperhatikan segala sesuatu ?

Ah jangan-jangan... tokoh central yg dipeributkan tersebut hanya lah dongeng/wayang karangan manusia jaman dulu saja, yang keluar sebagai bentuk imajinasi mereka terhadap pencarian sosok yang lebih dari diri nya untuk meluapkan permasalahan mereka yang tak teratasi dan menjadi tempat dimana mereka bisa meminta bantuan/pertolongan, walau selalu memunculkan kekecewaan karena tidak 100% sesuai dengan apa yang diharapakn.

Pertanyaan lain, jika tokoh central tersebut bukan lah dongeng/wayang karangan manusia, jadi tokoh dari kitab sakti mana yg paling benar ? Dan tentunya jika tokoh central tertentu lah yang paling (mendekati) benar, maka seharusnya si tokoh tersebut harus meng-proklamasikan diri nya sejak dulu/awal penciptaannya, sehingga hanya ada 1 tokoh central, 1 kitab sakti dan seluruh masalah klasik manusia menjadi jelas, yang paling penting lagi, tentunya tidak akan pernah ada permusuhan, perkelahian, peperangan dan pembunuhan terhadap mahluk lain mengatas-namakan agama lagi hanya karena adanya suatu perbedaan...

Sayangnya semua itu tidak pernah terwujud/terjadi, yang ada hanya lah kumpulan orang-orang bodoh yang selalu ribut walau sebenarnya orang-orang bodoh tersebut tidak pernah mengetahui secara pasti atas kebenaran kitab sakti dan si tokoh central yang dimaksud, yang ada hanya lah sibuk untuk mempertahankan gengsi dan ego bahkan rela mati demi sosok yang hanya ada didalam imajinasi mereka...

Kumpulan orang-orang bodoh itu lah yang selalu ribut dan sibuk serta berlomba-lomba setiap tahunnya untuk menyatakan keberadaan si sosok central yang mereka sendiri tidak tau keberadaannya, aneh nya si tokoh tersebut juga tidak pernah berkeinginan menyatakan diri nya sendiri secara langsung untuk menciptakan Surga/Taman Eden secara nyata di bumi ini atau dengan kata lain kedamaian untuk saat ini, sekarang ini, di bumi ini...

Readmore »»

Mendalami agama, bisa gila ?

Ada 1 keluarga (suami-istri dan 2 anaknya) keturunan chinese datang ke rumah keluarga saya yang kebetulan membuka depot makan. Setelah masuk, si istri duduk dan komat-kamit ga jelas, spontan saya berpikir "apakah ibu ini terganggu jiwa nya ?", setelah saya perhatikan, ternyata si istri tersebut berdoa.

Setelah makanan diantarkan ke meja mereka, si istri lalu bercerita ke 2 anaknya, kalo masuk ke rumah (depot maksudnya) ini harus berdoa dulu untuk menghindari kuasa setan. Ehm, apakah karena di rumah itu banyak ornamen chinese seperti patung-patung khas dewa-dewi chinese dan meja penghormatan leluhur ? Setelah itu si istri mengait-ngaitkan hal yang ada dengan angka 6 dan mengatakan klo angka 666 didalam alkitab berarti Lucifer.

Ada beberapa kejadian lagi, seperti pendeta kristen yang suka memukul umat nya, lia eden yang mengaku sebagai nabi dan lainnya. Apakah itu menyatakan seseorang yang krisis akan jatidiri, mencari pertolongan dan pengharapan diluar dirinya, kemudian berspekulasi dan berimajinasi atas pertolongan dan pengharapan itu versi dunia dalam imajinasinya sendiri yang dianggap benar oleh dirinya.

Dari beberapa kejadian, yang paling ekstrem adalah kelompok JI yang merasa benar atas tindakan jihad mereka yang keras dan berani menghilangkan nyawa orang lain, padahal telah di ajarkan dalam ajaran agama mereka, bahwa pemilik nyawa manusia adalah Tuhan mereka, bukan diri mereka. Belum lagi mereka mentafsirkan Kitab Suci mereka dengan pola pikir mereka sendiri, sehingga muncul paham tersendiri bagi diri mereka dan percaya jika mereka melakukan tindakan kekerasan kepada orang Kafir adalah suatu amal yang mulia dan mendapatkan pahala di surga kelak.

sampai segitu jauhnya seseorang dapat berpikir, apakah semakin dalam seseorang mendalami ajaran agama, maka dapat menyebabkan seseorang menjadi gila ? dengan melihat kejadian demi kejadian yang ada...

Readmore »»

Apa penyebab aku sukses ?

Saat ini ada beberapa pengusaha yang sedang gencar-gencar nya melakukan sharing pengalaman sukses nya, mereka berlomba-lomba menciptakan enterpreneur baru dimasyarakat. Buku-buku mengenai pandangan, teori dan pengalaman hidup mereka beredar luas dimasyarakat, mungkin jumlahnya ratusan dan setiap buku memiliki ciri khas masing-masing.

Ada yang menawarkan konsep berusaha dengan giat dan keras menggunakan semua komponen yang ada serta pandai melihat peluang atau kesempatan yang ditawarkan. Ada yang menawarkan konsep tidak perlu bersusah payah tinggal duduk diam dan rajin membuka internet maka bisa sukses. Ada yang menawarkan konsep cerdik dalam menggunakan aliran dana bahkan cerdik dalam bernegosiasi sehingga tidak diperlukan modal besar untuk sukses dan lainnya.

Setiap konsep yang tertulis dalam sebuah buku oleh seorang pengarang tentu nya ada pembaca yang menjadi penggemarnya atau dalam kata lain pengikut konsep didalam buku tersebut dan dari seluruh pembaca yang menjadi penggemar buku tersebut tentunya tidak semua dari mereka yang keluar menjadi seorang enterpreneur sukses, mengapa ?

Mungkin kita akan mengatakan "Banyak jalan menuju ke Roma", tapi ada teman saya membaca beberapa buku, yang berarti ada beberapa konsep untuk menjadi enterpreneur yang tertanam dibenaknya, tetapi tetap saja dia belum menjadi seorang enterpreneur sukses, mengapa ?

Ternyata untuk menjadi seorang enterpreneur sukses, tidak semudah seseorang menerima dan yakin akan konsep itu, juga tidak semudah seseorang yang hanya menjalankan setiap konsep/teori yang tertulis. Banyak faktor yang menyebabkan seseorang menjadi enterpreneur sukses, salah satu nya adalah faktor "Lucky".

Apa yang menyebabkan faktor "Lucky" itu muncul dalam diri kita ? Apakah karena kita diberikan rejeki melimpah oleh Mahluk Adi Kodrati ? Jika demikian bagaimana dengan nasib orang yang tidak memperoleh faktor "Lucky" dalam hidup nya ? Apakah faktor "Lucky" itu muncul dengan sendiri nya tanpa adanya sebab ?

Hal ini sama dengan keberadaan Agama, setiap Agama menawarkan konsep keselamatan dan kesuksesan yang menggoda kepada para penganutnya yang percaya serta setiap Agama mempunyai ciri khas nya masing-masing. Namun dari beberapa orang yang menerima dan percaya pada sebuah konsep, juga tidak ada kata mutlak bahwa keseluruhan dari mereka keluar menjadi seorang yang terselamatkan dan memperoleh kesuksesan selama hidup didunia, mengapa ?

Apakah ada faktor "Lucky" juga dalam hal ini ? Apakah hanya orang-orang yang terpilih yang bisa menjadi sukses didunia ini dan terselamatkan ? Tidak ada jaminan atas pernyataan itu dan juga ada ketidakadilan dalam konsep itu, bagaimana dengan mereka yang tidak terpilih, apakah mereka hanya hidup menderita didunia ini ?

Readmore »»

Keampuhan Doaku

Kemarin ada teman yang baru saya kenal datang ke toko, setelah ngobrol panjang seputar pekerjaan, dia tanpa sadar menceritakan keadaan keluarganya yang baru mengalami guncangan. Ia bercerita dengan dengan sedikit terbawa emosi, mungkin terlalu bersemangat ketika menceritakan keadaan keluarganya.

Ia sudah bercerai dengan istrinya (terpaut usia 9 tahun), karena istrinya ketahuan berselingkuh dan ia sangat marah dengan kejadian itu, bahkan sempat terlontaran niat untuk membunuh istri dan pasangan selingkuhan istrinya, wow...

Ia mengatakan sebelum istrinya ketahuan selingkuh, ia mempunyai firasat, salah satunya ketika ia berdoa kepada Tuhan nya (Tuhan Nasrani) istrinya terlihat seperti orang yg gelisah dan tidak tenang.

Ia juga mengatakan bahwa doa-doa yang diucapkan dan disampaikan nya kepada Tuhan nya sangat manjur, bahkan dia mengatakan bahwa diri nya pernah selamat dari kecelakaan yang menimpa diri nya.

Cerita-cerita dia menunjukan bahwa Tuhan nya sangat perduli pada diri nya, sehingga pasti mengabulkan setiap doa-doa nya, tapi ada kejanggalan dalam hal ini, apakah dia tidak pernah berdoa untuk meminta Tuhan agar menyadarkan istrinya atau bahkan menjauhkan istrinya dari pengaruh pria lain yang memiliki niat buruk terhadap istrinya (sebelum terjadi perselingkuhan) sehingga tidak menyebabkan keluarganya berantakan.

Mengapa terlihat begitu aneh, kadang doa teman saya seakan dikabulkan, kadang doa teman saya tidak dikabulkan. Apakah ada kriteria khusus agar Tuhan dapat mendengar dan mengabulkan suatu doa yang tulus datang dari hati umat nya yang membutuhkan pertolongan diri nya.

Menurut cerita teman saya, dia dan istri nya dulu menikah didepan altar (Katolik) dan tentunya ia sudah bersumpah untuk sehidup semati didepan Tuhan. Bukankah mereka menikah karena mereka telah dipersatukan oleh Tuhannya dan hanya bisa dipisahkan oleh maut yaitu kematian. Pertanyaan nya koq bisa mereka bercerai ? Apakah Tuhan nya salah mempertemukan mereka ? Atau perlu mengkambing hitamkan si Iblis/Setan lagi ? Atau itu karena ada nya Free Will ? Apakah keputusan Tuhan nya yang baik kalah dengan Free Will manusia yang dapat berakibat buruk ?

Dari cerita diatas, seakan teman saya adalah seorang penganut Nasrani yang taat, tapi apakah diri nya sedang dirasuki Setan/Iblis sampai dia memiliki niat untuk membunuh ?

Readmore »»

Saya terpanggil...

Dalam suatu kesempatan, saya di tanya oleh seseorang "aa'tono Agama apa ?", saya menjawab "saya saat ini sedang mempelajari Agama Buddha", kemudian orang tersebut bertanya ke pasangan saya "kalo ibu aa, Agama apa ?", pasangan saya menjawab "dulu nya Agama Kristen, sekarang saya ikut aa"

Orang itu diam sesaat, kemudian berkata "iya ga papa ikut pasangan, kan bagus juga, seperti saya dulu nya Agama Kristen tapi sekarang saya ikut suami saya Agama Katolik, karena susah kalo ga sama Agama nya", setelah itu suami orang itu menyambung "ya ga papa Agama Buddha, karena kalo ga terpanggil ya ga bisa" (mungkin maksudnya adalah, ga bisa beragama Kristen/Katolik)

Ada hal yang saya garis bawahi dari diskusi tersebut, ada kata "terpanggil",

apakah itu menyatakan bahwa orang-orang yang terpanggil adalah orang yang berjalan di jalan yang benar ? jika iya, apa jaminan kebenaran atas hal tersebut ?

apakah itu menyatakan bahwa orang-orang yang terpanggil adalah orang pilihan yang telah dipilih oleh Mahluk Adi Kodrati untuk mengikuti ajaran/jalannya, kemudian orang yang terpanggil tersebut melakukan ritual pemujaan untuk memuja Mahluk Adi Kodrati ?

Jika orang yang terpanggil itu adalah orang pilihan yang dipilih sendiri oleh Mahluk Adi Kodrati, berarti seharusnya hanya ada hal-hal bak/perbuatan-perbuatan yang baik dan benar didalam kehidupan orang-orang yang terpanggil. Lah itu menyatakan bahwa seharusnya orang yang terpanggil tidak akan pernah melakukan kesalahan/hal buruk sekali pun, kenapa ? karena Mahluk Adi Kodrati tentunya berhubungan dengan hal-hal baik pula...

Bagaimana dengan kenyataan yang terjadi dilapangan ? Pernah seorang ketua pemuda Gereja di Jakarta membunuh Pendeta Gereja. Bukan kah pemuda Gereja tersebut terpanggil yang berarti terpilih, koq bisa sampai melakukan pembunuhan ? Apakah Mahluk Adi Kodrati melakukan kesalahan dalam memilih ?

Apakah itu menyatakan "Free Will" dalam diri manusia ? Jika Mahluk Adi Kodrati memberikan "Free Will" tentunya Mahluk Adi Kodrati tidak perlu ikut campur apa pun dalam kehidupan manusia, betul ? karena percuma jika ada "Free Will" tapi masih dikendalikan/kontrol.

Jadi apa makna dari kata "Saya terpanggil" ? apakah biar terkesan (secara perasaan) bahwa seseorang (seakan-akan) benar-benar diperhatikan/Mahluk Adi Kodrati itu peduli pada diri seseorang dan dipilih untuk melayani Mahluk Adi Kodrati ? Itu yang saya katakan, penerimaan secara membabi buta tanpa memikirkan lebih dalam dan bersikap kritis atas setiap pernyataan yang ada untuk membentuk bathin yang jauh lebih berkualitas daripada bathin yang mudah di bodohi.

Readmore »»

Permisi Pak...

Ketika saya membuka toko, tiba-tiba datang 2 orang wanita berpakaian rapi, masuk ke dalam toko sambil mengatakan "Permisi Pak..." secara spontan saya menyambut mereka dan bertanya "Ya bu..." dalam asumsi saya 2 orang wanita ini adalah pelanggan yang ingin mendapatkan informasi barang dan harga atau pelanggan yang ingin membeli barang.

Setelah saya menyambut kehadiran mereka, lalu salah satu dari wanita itu bertanya "Pak, disini ada yang beragama Kristen atau karyawan nya yang beragama Kristen, karena kita membawa baca-an"

Saya kaget, wah ada angin apa ini ? Saya bertanya ulang "Maksudnya gimana bu ?", salah satu dari wanita itu menjawab "Apa ada karyawannya yang beragama Kristen pak, kita membawa baca-an siapa tau mau membaca"

Saya lalu melihat tangan wanita itu dan melihat sebuah buku saku, buku renungan Agama Kristen, waduh... saya spontan menjawab "Tidak ada bu..." lalu dia diam sambil mengangguk-ngangguk, kemudian membaikkan badan meninggalkan saya sambil melihat isi toko, lalu bertanya tanpa memandang saya lagi "Ini laptop merk Toshiba ya ?"

Saya menjawab "Ya bu..." 1 menit kemudian 2 wanita tersebut pergi meninggalkan saya tanpa kata-kata apa pun. Saya bingung dan merasa lucu dengan kejadian ini, karena masih ada aja evangelish kacangan model gini berkeliaran dikota. Apakah buku yang menjelaskan konsep Agama nya di jajakan seperti barang dagangan "door to door" ?

Dengan kegiatan seperti itu yang ada hanya menjatuhkan nilai dari Agama mereka sendiri, tapi hal itu tidak mereka sadari, malah berdalih dengan kata "Kasih" dengan percaya diri bertindak sebagai seorang pemenang atas kehidupan ini, pahlawan kesiangan yang merasa hebat dan ingin menyelamatkan manusia dari dosa serta menawarkan indahnya surga khayalan mereka.

Readmore »»

Kuasa Penyembuhan Ilahi

Agama Nasrani selalu mengembar gemborkan cerita dalam Alkitab mengenai mukjijat Yesus yang dianggap hidup dan menurun ke murid-muridnya sampai ke Pendeta-Pendeta sakti di Gereja yang selalu mengadakan acara Penyembuhan Ilahi yang penuh trik dan intrik.

Hal ini menunjukan seakan cerita dalam Alkitab itu adalah benar adanya dan Pendeta-Pendeta Gereja Kristen diberikan Kuasa Penyembuhan itu oleh Yesus dengan dalih kasih. Tetapi dari beberapa kegiatan Penyembuhan Ilahi, yang nampak hanyalah permainan yang dibuat spektakuler oleh pantia acara.

Orang lumpuh bisa berjalan kembali, tapi siapa orang lumpuh yang dibawa naik ke atas panggung ? umat Gereja sendiri yang sudah diatur untuk bersandiwara ? Seharusnya jika memang Kuasa Penyembuhan Ilahi itu benar adanya, tentunya umat Nasrani tidak perlu datang ke dokter jika sakit, tidak perlu berobat/menginap di rumah sakit karena Kuasa Penyembuhan Ilahi itu lebih hebat.

Tapi kenyataannya, umat Nasrani tetap saja datang ke dokter dan rumah sakit untuk berobat. Lah muncul lagi penyakit lama, kebiasaan/tabiat orang Nasrani yang selalu ngeles/memutar otak untuk mencari alasan apa pun agar Tuhannya tetap terlihat bersih dan keren, pengobatan ke dokter dan rumah sakit dikatakan sebagai perpanjangan tangan Tuhan mereka dengan mengunakan istilah meminjam tangan dokter/perawat untuk menyembuhkan umat Nasrani, ehm...

Pertanyaannya muncul, bagaimana jika dokter/perawat itu tidak percaya pada Tuhan Nasrani ? Muncul lagi alasan bahwa tetap Tuhan Nasrani memiliki kuasa atas tangan si dokter/perawat. Pertanyaan saya selanjutnya, dari mana anda tau bahwa Tuhan Nasrani telah meminjam tangan dari dokter/perawat dan Tuhan Nasrani memiliki kuasa atas diri dokter/perawat walau mereka tidak percaya pada Tuhan Nasrani ?

Bukan kah Tuhan Nasrani cuma peduli pada orang yang percaya pada nya saja ? Bagaimana jika dokter/perawat itu gagal menyembuhkan pasien ? Bagaimana jika dokter/perawat itu melakukan kesalahan sehingga menyebabkan pasien meninggal, apakah itu juga karena Tuhan Nasrani meminjam tangan dokter/perawat dan memiliki Kuasa atas diri dokter/perawat itu ? Jika iya, maka Tuhan Narani melakukan hal buruk dan memiliki andil atas meninggalnya seseorang karena malpraktek !

Apakah hal di atas logis dan sesuai dengan pemikiran Nasrani ? Saya yakin pasti ada alasan-alasan lain yang muncul untuk tetap memutihkan dan mengagungkan nama Tuhan Nasrani, walau terlihat begitu buruk jika menggunakan logika Nasrani.

Tadi pagi saya melihat acara di TV mengenai Penyembuhan Alternatif oleh Ustad Haryono (seorang Muslim) yang memiliki kemampuan untuk menyembuhkan orang lain, tidak perduli seseorang beragama apa pun dan kemampuan Ustad Haryono bukan rekayasa dan sandiwara yang dibuat spektakuler di TV, banyak orang yang telah mengalami penyembuhan melalui tangan Ustad Haryono.

Terpikir oleh saya, ternyata Kuasa Penyembuhan Ilahi ada juga di Agama lain. Ternyata Kuasa Penyembuhan Ilahi yang dimiliki oleh Ustad lebih hebat daripada Kuasa Penyembuhan Ilahi dari Nasrani. Ternyata ada Tuhan yang lebih hebat dari pada Tuhan Nasrani, karena melihat profile dari sang Ustad, beliau menyembuhkan pasien nya lebih banyak dari pada yang dilakukan oleh Pendeta gadungan yang berlagak sebagai seorang tabib Tuhan.

Yang cukup mengejutkan, ada pengakuan dari seorang perempuan pada acara TV tersebut, dia adalah seorang Katolik dan berobat ke Ustad Haryono. Perempuan tersebut menyatakan bahwa penyembuhan yang dialaminya karena kuasa Tuhan (tentunya merujuk ke Tuhan diagamanya walau dia berobat ke seorang Ustad), karena jika mau berdoa meminta penyembuhan dari Tuhan, pasti akan diberikan dan dia meminta ampun atas dosa-dosa yang telah dia perbuat pada Tuhan.

Lah, apakah berarti Tuhan Nasrani meminjam tangan Ustad Haryono untuk menyembuhkan perempuan tersebut ? Dari mana kita tau bahwa Tuhan Nasrani meminjam tangan sang Ustad ? Apakah penyembuhan tersebut bukan karena kemampuan dari sang Ustad dan doa-doa kepada Tuhan Agama Islam ? Apakah Pendeta/Pastor Nasrani tidak mampu untuk melakukan penyembuhan ilahi sehingga si perempuan tersebut mendatangi Ustad Haryono yang seorang Muslim untuk berobat ? Mengapa Tuhan Nasrani tidak meminjam tangan Pendeta/Pastor saja untuk menyembuhkan si perempuan tersebut ?

Apakah mau dikatakan bahwa Tuhan Nasrani mempunyai rencana atas kejadian ini ? Jika ada yang menjawab "iya" maka saya menyatakan jawabannya atas rencana Tuhan Nasrani yaitu untuk memalukan Nasrani atas kebohongan publik dan ketidakmampuan atas Kuasa Penyembuhan Ilahi yang diperoleh dari Yesus.

Bagaimana menurut anda ?


NB. Tulisan ini bukan lah sentimen pribadi terhadap Nasrani, juga bukan sebagai seorang anti-christ, bukan karena terpengaruh setan/iblis seperti yang dituduhkan pihak Nasrani, tapi saya membawa anda untuk berpikir logis dan relistis terhadap kenyataan, bukan terhadap kata-kata spektakuler/indah yang ternyata hanya lah isapan jempol belaka, terlebih jika kata-kata spektakuler/indah tersebut diterima mentah-mentah, kemudian muncul sikap fanatik yang besar kemudian menjelek-jelekan agama lain.

Readmore »»

Perbuatan Bajik seorang Michael Jackson

Harumnya bunga tak dapat melawan arah angin. Begitu pula harumnya kayu cendana, bunga tagara dan melati. Tetapi harumnya kebajikan dapat melawan arah angin; harumnya nama orang bajik dapat menyebar ke segenap penjuru. (Dhammapada IV, 11-12)

Syair Dhammapada diatas cukup berkesan dalam diri saya, sejak awal saya mengenal Buddhism. Saya berpikir, segitu hebatnya perbuatan baik sampai bisa tersebar ke seluruh penjuru mengalahkan apa pun didunia ini. Tapi saya tidak bisa melihat dengan jelas arti nyata dari syair tersebut sampai ketika saya melihat prosesi penghormatan Michael Jackson di Steples Center, LA.

Begitu banyak pengemar Michael Jackson yang merasa kehilangan sosok yang dikaguminya, sampai prosesi penghormatan nya dihadiri begitu banyak orang, bukan cuma disaksikan secara langsung oleh sebagian orang di LA, tapi secara bersamaan disaksikan oleh jutaan orang dibelahan dunia mana pun melalui media TV dan Internet.

Yang cukup mengharukan dan mengesankan adalah perbuatan-perbuatan bajik yang telah ia lakukan demi perdamaian didunia, ia juga salah satu orang yang menentang perbedaan ras yang terjadi di Amerika, ia juga peduli terhadap penderitaan anak-anak yang terlantar karena perang dan kelaparan di Afrika sampai ia menyumbangkan pendapatannya untuk aksi kemanusiaan di Afrika dan mendirikan yayasan Heal The World.

Perbuatan bajiknya yang dapat melawan arah angin dan menyebar ke seluruh penjuru, bahkan mengalahkan harumnya wangi-wangian yang tidak dapat melawan arah angin. Saya berpikir, saya saja belum tentu mampu untuk melakukan hal kemanusiaan seperti yang telah ia lakukan sehingga mengharumkan namanya, saya merasa kecil terhadap perbuatan bajik yang telah ia lakukan.

Selamat jalan Michael Jackson...

Readmore »»

Agama Kolot !

Ada teman perempuan saya, (sebut saja A) yang beragama Kong Hu Cu. Si A diajak teman perempuan saya yang lain (sebut saja B) untuk pindah ke Nasrani, tetapi terkendala dengan orang tua si A yang juga beragama Kong Hu Cu. Dalam perbincangan kecil (saya hadir pada saat itu) si B mengatakan kepada si A, bahwa susah orang tua jaman dulu, pemikiran mereka kuno, pemahaman mereka atas agama masih kolot sampai mereka masih bisa melarang anaknya untuk beragama Nasrani.

Saya bertanya, kenapa pemikiran orang tua si A bisa kolot ? si B menjelaskan bahwa agama Kong Hu Cu merupakan agama alam dan kuno yang sudah tidak sesuai, jadi untuk apa masih bertahan pada agama itu, sampai-sampai anaknya mau pindah ke Nasrani pun dilarang, itu kan hak asasi manusia.

Si B menyatakan statment itu karena ia kecewa, sebab orang tua A melarang anaknya untuk pindah dari agama asalnya. Tapi yang tersirat dalam pernyataan si B, bahwa agama Nasrani jauh lebih baik dari pada agama Kong Hu Cu. Saya bertanya kepada si B, memang nya ada masalah apa jika seseorang memeluk agama Kong Hu Cu ? Koq sampai anda bisa mengatakan orang yang mau mempertahankan agama anaknya sendiri, dikatakan kolot ? Kalo dikatakan tegas dan keras, itu baru benar.

Kejadian itu kebetulan terjadi dari sisi Kong Hu Cu, beberapa hari yang lalu ada kerabat jauh saya yang datang ke rumah, mau menginformasikan bahwa anak perempuannya mau dilamar pria dari palembang dan kerabat jauh saya mengatakan "Saya tidak memaksa kamu untuk masuk keagama Kristen, tapi karena keluarga saya Kristen, jadi kamu kalo mau dengan anak saya harus nikah dengan cara Kristen dan menerima Kristen". Lah koq pake acara maksa ? Waktu saya pertanyakan hal itu, kerabat jauh saya mengatakan itu bukan pemaksaan, tapi cuma menyatakan...

Kalo itu bukan memaksa, kenapa memakai kata "Harus" ? Kerabat jauh saya tidak bisa menjawab masalah itu dan saya rasa dia menginginkan anaknya dan calon menantunya memeluk agama Kristen, bukan karena dipaksa masuk ke Kristen, tapi karena suatu keharusan, ehm... apa bedanya ya ? Lah, kalo kita melihat kejadian itu dibandingkan kejadian sebelumnya, apa bedanya ? Jadi siapa yang kolot, siapa yang tidak ?

Jika kekolotan hanya dipandang dari sisi "upaya mempertahankan", maka saya rasa tidak ada beda nya, mau di Nasrani, mau di Kong Hu Cu, sama saja. Jika agama Kong Hu Cu dikatakan kolot dalam hal ini, maka tentunya saya boleh dan berhak mengatakan agama Nasrani juga kolot ! Betul ?


NB. Ini bukan sentimen pribadi, tapi kedewasaan berpikir dan memandang suatu hal dengan kritis. Saya bukan seorang beragama Kong Hu Cu, juga bukan beragama Nasrani. Tapi saya ingin menunjukan betapa kolot-nya orang yang bisa meng-kolot-kan agama orang lain.

Readmore »»

Pengemis Jalanan

Beberapa hari lalu, pagi-pagi saya sudah keluar naik motor, ketika melewati sebuah jembatan yang dekat dengan pasar, saya melihat seorang pengemis duduk di trotoar mengangkat kedua tangannya sambil berdoa, ehm... mungkin, ia memohon agar pada saat itu ada orang yg berbaik hati memberikan sedikit uang kepada nya untuk membeli kebutuhannya.

Sungguh mengenaskan, untuk memperoleh uang saja, pengemis itu sampai berdoa kepada Mahluk Adi Kodrati, seberapa besar pun yang ia peroleh, itulah rejeki pengemis itu dan hasilnya adalah halal. Pemandangan yang berbeda dengan seorang pejabat negara, tidak perlu berdoa, uang "kaget" datang dengan sendiri, entah halal atau tidak dan seberapa besar pun yang ia peroleh, tentunya itu juga rejeki nya atau... itu sifatnya bukan rejeki ? jadi kira-kira apa nama yang cocok untuk itu ?

Pertanyaannya koq bisa ada 2 pemandangan yang berbeda seperti itu ya ?

Yang satu berdoa, baru bisa mendapat rejeki dari Mahluk Adi Kodrati, walau kadang ia memperoleh uang, kadang tidak. Yang satu lagi, tidak perlu berdoa, tapi rejeki jalan terus... lah syarat/kriteria dapat rejeki itu jadi nya apa ? koq ga jelas gini ?

Apakah ada faktor lain dalam memperoleh rejeki ? Memang nya apa bedanya pengemis sebagai manusia ciptaan Mahluk Adi Kodrati dengan pejabat negara/pengusaha yang juga sebagai manusia ciptaan Mahluk Adi Kodrati. Apakah ada sistem pembagian rejeki yang tidak adil ? atau ada sesuatu yang terlupakan oleh Mahluk Adi Kodrati ?

Bagaimana menurut anda ?

Readmore »»

Tuhan siapa yang lebih baik ?

Ada suatu persoalan klasik, ada orang tua beragama Kong Hu Cu dan rajin beribadah ke Kelenteng, dari muda beliau sudah bekerja keras, sehingga saat ini orang tua tersebut memiliki aset dan harta yang banyak. Orang tua ini memiliki 4 anak dan setiap anaknya dapat menikmati kenyamanan hidup serta mengikuti tren masa kini yaitu beragama Nasrani.

Ada salah satu anaknya mengatakan ke saya, bahwa dia percaya pada Tuhan Nasrani karena apa pun yang dia inginkan pasti bisa diperoleh nya, misalkan ia meminta mobil kepada orang tua nya, maka langsung dibelikan. Ehm... sesuai judul diatas "Tuhan siapa yang lebih baik dalam hal ini ?"

Anak tersebut memperoleh kenyamanan hidup dan semua barang yang di inginkan oleh nya berasal dari kekayaan orang tuanya, dimana kekayaan tersebut berasal dari kerja keras orang tua tersebut dan sesuai dengan pandangan masyarakat, kekayaan dan rejeki yang datang merupakan berkah dari Tuhan Agama Kong Hu Cu.

Jadi jika mengikuti logika diatas, apakah kenyamanan yang dirasakan oleh sang anak merupakan berkah dari Tuhan Nasrani yang dipercaya nya atau berasal dari rejeki orang tuanya yang didapat dari Tuhan Agama Kong Hu Cu ? sehingga dengan Tuhan mana seharusnya ia berterima kasih ?

Saya menulis ini bukan karena saya anti Chris/Nasrani, tapi logika saya masih berjalan dengan baik, sehingga saya tidak buta oleh ego atas Agama. Cerita diatas menggambarkan begitu besar ego yang muncul terhadap Agama dan jika tidak dapat dikontrol dapat menimbulkan keributan, permusuhan dan pertikaian. Hidup bukan didasarkan pada ego terhadap Agama, rejeki berasal dari dalam diri sendiri, jika anda bekerja keras maka rejeki itu akan mengalir dengan sendiri nya selama kondisi memungkinkan dalam artian anda memang layak untuk memperoleh rejeki tersebut.

Readmore »»

Haram !!!

Baru-baru ini MUI mengeluarkan fatwa bahwa facebook adalah haram dan hal ini mengundang banyak pandangan yang negatif terhadap fatwa MUI tersebut. Memang facebook bisa membuat orang kecanduan, dalam artian pengguna facebook meluangkan waktu banyak untuk mengurus facebook nya daripada menyelesaikan pekerjaannya, beribadah dan melakukan hal lainnya.

Usaha mengharamkan facebook cukup berdasar tapi bukan tindakan tepat, selain itu MUI terkesan melebih-lebihkan pengharaman facebook daripada mengharamkan VCD/DVD porno yang beredar luas dimasyarakat, bahkan juga tidak pernah diangkat media massa.

Jika sesuatu itu ada sebagai hasil karya manusia, maka dapat terjadi atas seijin Tuhan. Jika facebook itu ada, apakah bukan karena memang seharusnya ada ? Begitu pula dengan halnya babi, apakah dari awal penciptaan Tuhan telah mengharamkan babi ? Jika memang diharamkan dari awal penciptaan, mengapa diciptakan hewan babi ? Untuk menguji iman manusia ?

Tuhan sebagai Mahluk Adi Kodrati yang dijuluki Maha Mengetahui apakah masih perlu ujian untuk mengetahui isi hati dan perbuatan manusia ? Sama halnya dengan babi, babi diharamkan oleh Nabi Muhammad karena dinilai dapat memecah belahkan persaudaraan sebab pada saat itu masyarakat saling berebut binatang babi sehingga menimbulkan keributan dan permusuhan.

Semua hal diatas beralasan, tapi tetap saja bukan sebagai solusi yang tepat, terlebih mengeluarkan statment demi statment sepihak yang divonis sebagai solusi terbaik dalam suatu permasalahan walau sebenarnya malah menimbulkan kontra dari berbagai pihak yang malah menjadi suatu permasalahan yang baru.

Hal ini bukan lah usaha menentang, tapi wacana untuk dapat berpikir realistis dan logis atas suatu permasalahan, mengenai pengharaman itu adalah urusan pribadi yang melibatkan agama dalam permasalahan kehidupan, yang mana lebih bijak itu adalah urusan pribadi setiap orang, setuju atau tidak dengan hal pengharaman itu.

Readmore »»

Siapakah aku ???

Kemarin malam saya sedang jalan-jalan keliling kota menggunakan sepeda motor, tujuannya seh mau cari makan malam tapi sepanjang jalan sudah sangat sepi dari aktifitas masyarakat karena sudah jam 12 malam. Tiba-tiba ban belakang sepeda motor saya bocor.

Mau ga mau olahraga malam-malam, maka posisi saya jauh dari rumah lagi dan saya ga punya pilihan mau ga mau dorong motor sambil mencari tukang tambal ban. Eh ga disengaja, setelah cukup capek mendorong motor, ada orang menghampiri saya dan memberitahukan bahwa daerah sana ada tukang tambal, wah beruntung nih saya langsung meluncur ke tempat yang dimaksud.

Dari penampilan sekilas tukang tambal ini sepertinya kurang ahli di bidangnya, setelah saya membiarkan ban motor saya di tambal (mau ga mau, daripada dorong) saya melihat hal yang belum pernah saya sadari sebelumnya, tukang tambal ban bercucuran keringat dan membutuhkan ekstra tenaga untuk membuka ban luar sebelum menambal ban dalam motor saya.

Kurang lebih 15 menit baru tukang tambal tersebut bisa membuka ban luar itu pun setelah dia kelelahan berusaha keras membuka ban luar motor. 8000 rupiah yang dia minta untuk hasil kerja nya yang ekstra "ngoyo". Terlintas dalam benak saya, ada orang yang hanya duduk di depan komputer 30 menit, tidak diperlukan kegiatan fisik yang ekstra, tapi bisa menghasilkan 1 juta rupiah.

Apa yang membedakan tukang tambal ban tersebut dengan orang yang duduk didepan komputer ? Apakah pendidikannya ? Apakah tingkat sosial dan materi ? Apakah kenyamanan di dunia dibatasi dengan tingkat pendidikan, sosial dan materi ?

Kenapa tukang tambal ban (sebagai seorang manusia yang katanya ciptaan Mahluk Adi Kodrati) berada diposisinya dan melakukan hal yang ekstra untuk mendapatkan uang ?

Kenapa orang yang duduk didepan komputer (juga sebagai seorang manusia) bisa berada diposisinya dan tidak perlu melakukan hal yang ekstra berat untuk mendapatkan uang ?

Siapa tukang tambal ban itu ? Siapa orang yang duduk didepan komputer itu ? Apakah ada perbedaan yang paling mendasar sehingga mereka bisa menjalankan peran mereka masing-masing ? Apakah yang menyebabkan mereka mendapatkan peran mereka masing-masing ? Apa kriteria untuk mendapatkan kenyamanan didunia ini ?

Syarat apa yang menyebabkan kita bisa berada diposisi orang yang duduk didepan komputer bukan sebagai tukang tambal ban itu ? Apakah ada perbedaan antara tukang tambal ban dan orang yg duduk didepan komputer dihadapan Mahluk Adi Kodrati ? Apakah ada rencana spesial / khusus yang telah dibuat oleh Mahluk Adi Kodrati atas hal ini ?

Jujur, siapa didunia ini mau berada diposisi tukang tambal ban ? Walau dia adalah utusan dari Mahluk Adi Kodrati sekalipun...

Readmore »»

Perkawinan

Banyak orang berpikir bahwa perkawinan merupakan usaha Tuhan untuk menyatukan dua pasang manusia yang berbeda jenis kelamin agar hidup bersama dan hubungan tersebut bersifat kekal/abadi serta tidak dapat dipisahkan oleh siapa pun selain tuhan sampai kematian datang menjemput.

Begitu indah kalimat itu jika diucapkan dan didengar terutama oleh perempuan yang cendrung lebih menggunakan perasaan, dimana perasaan dia tersentuh ketika kalimat tersebut didengar olehnya.

Jadi jika hal itu terlihat indah, tentunya kebenaran yang nampak dipermukaan juga harus seindah kalimat diatas, dimana dua pasang manusia yang telah dipertemukan/disatukan Tuhan tentu sudah lulus dari quality control.

Tuhan kita klaim sebagai Maha Mengetahui, tentunya Tuhan telah tahu bahwa pasangan yang dipertemukan/disatukan olehnya tidak akan menimbulkan pertengkaran, keributan, penghianatan dan perceraian. Apapun yang terjadi, jika sepasang manusia telah menikah, maka sudah pasti mereka telah disatukan oleh Tuhan dan yang ada hanya lah hal-hal yang baik saja. Itu idealnya..

Tapi kita sering melihat dan mendengar beberapa pasangan mengalami keributan, pertengkaran dan perceraian, tidak peduli dari agama apapun. Apakah Tuhan salah menyatukan sepasang manusia ?. Oh itu salah dari manusia nya sendiri tidak bisa memberikan yang terbaik dan kebahagiaan untul pasangannya, jika demikian, mengapa disatukan oleh Tuhan ?

Sekali lagi, bukankah Tuhan itu Maha Mengetahui ? Seharusnya Tuhan tahu apapun yang disatukan adalah yang terbaik dan tidak ada keburukan didalamnya. Tapi bagaimana dengan kejadian diatas ?

Readmore »»

Anak Setan - Hal yang menggelikan

Tentunya sudah umum kita mendengar ada berita kelahiran anak setan sampai menyetan-nyetankan anak orang, hanya karena seseorang tidak memahami/mengerti, lalu memvonis dan mengutuk orang lain dengan ucapan bejat yang dikatakan sebagai ucapan suci, hanya karena keluar dari mulut seorang pendeta...

Ada satu kasus nyata, beberapa bulan yang lalu ketika saya berkesempatan datang ke Jogja, ada seseorang relawan (seorang wanita) sharing ke saya mengapa dia tidak beragama Nasrani, padahal dari keluarga Nasrani.

Wanita tersebut dilahirkan dikeluarga kristen yang berada, ketika kecil ia dibawa oleh orang tuanya ke Gereja untuk dibaptis, entah kenapa, setelah sang pendeta berkomat kamit layaknya orang gila yang kesurupan, tiba-tiba sang pendeta terjatuh dan pingsan. Setelah beberapa saat, sang pendeta tersebut sadar dan langsung mengutuk bahwa wanita itu sebagai anak setan, pendeta tersebut juga mengatakan bahwa wanita tersebut dikawal oleh 2 orang (entah siapa), sehingga sang pendeta tidak dapat menyentuhnya.

Karena ucapan pendeta yang tidak mengerti tapi merasa paling tahu dan hebat, mengakibatkan penderitaan bagi wanita itu dan merusak hubungan keluarga, karena dirumah wanita itu dijuluki sebagai anak setan ! bahkan saat ini ia tidak tinggal 1 rumah dengan orang tuanya walau dalam 1 kota, hanya karena keluarganya mempercayai sang pendeta.

Suatu kebetulan ketika ia sedang berkuliah di Canada, dia kenal dengan beberapa umat Buddhist dan mulai mempelajari agama Buddha, yang menyebabkan wanita tersebut saat ini adalah seorang Buddhism walau keluarganya beragama lain.

Suatu kelucuan berpikir umat Kristen yang sering berspekulasi atas segala hal dan mengangap bahwa itu benar karena dibisikan oleh Tuhan dan dinyatakan melalui pendeta. Terlebih lagi umat Kristen seakan mengetahui segala rencana sang Tuhan melebihi sang Tuhan sendiri sebagai pembuat rencana nya sendiri, tentunya ketika sang pendeta terjatuh dan pingsan, itu adalah kehendak dan rencana Tuhan agar wanita tersebut dapat mengenal agama lain daripada Kristen, itu jika saya mengikuti pola pikir yang bodoh...

Readmore »»

Kenapa saya buta warna ?

Beberapa hari lalu saya berkenalan dengan seseorang, setelah bertukar pengalaman dan bercerita panjang lebar, saya terkejut ketika ia mengatakan bahwa dia dan adiknya menderita buta warna yang merupakan penyakit turunan dari keluarganya.

Pernah ia mencoba melamar pekerjaan di salah satu perusahaan tambang sebagai operator alat berat, setiap ujian penerimaan dia lalui dengan baik sampai akhirnya ia harus mengikuti ujian kesehatan. Hal buruk dialami nya, dia dinyatakan gagal dalam ujian kesehatan hanya karena ia buta warna.

Dia mengatakan "saya pasrah, mau gimana lagi, penyakit itu tidak dapat di sembuhkan karena termasuk penyakit turunan mungkin sudah nasib saya..." ia sadar betul akan kekurangannya dan dia sangat membutuhkan pekerjaan.

Kenapa bisa sampai dia mengalami penyakit itu ? bukankah Tuhan menciptakan segala sesuatu itu indah, yang seharusnya tanpa cacat/kegagalan. Yang terparah kecacatan nya itu mempengaruhi karir dalam hidupnya, apakah ini merupakan bagian dari rencana Tuhan yang indah ? Ataukah Tuhan menciptakan manusia dengan cacat buta warna agar ada keragaman didunia ? Jika jawabannya adalah iya, maka konyol sekali seorang Tuhan melakukan demikian...

Readmore »»

Suka dan Derita

Perasaan suka atau bahagia sangat didambakan setiap orang, apa pun sebab nya yang terpenting mereka bisa tersenyum, tertawa dan lepas dari segala macam beban pikiran yang mengganggu, walaupun bersifat sementara tapi cukup berkesan dan hal yang paling dicari setiap saat.

Kenapa hal itu terjadi ? Ya, karena tidak semua orang mau masuk dalam kondisi derita atau susah, apa pun sebab nya setiap orang pasti berusaha mencari jalan untuk lepas dari kondisi yang tidak menyenangkan itu. Suatu kondisi yang tidak di harapkan oleh siapa pun tapi tidak seorang pun yang benar-benar bisa terlepas 100% dari kondisi derita atau susah.

Yang menjadi pertanyaan, kenapa manusia masih mengalami kondisi suka dan kondisi derita ? Apakah ada jalan agar kita setiap saat selalu mengalami kondisi suka dan tidak akan pernah mengalami kondisi derita ? Apakah percaya pada sosok Tuhan dapat menjadikan harapan kita terwujud 100% ? Siapa yang bisa memberikan jaminan atas itu ? Justru dalam kehidupan sehari-hari kita secara sadar atau tidak sadar selalu keluar-masuk kondisi suka dan kondisi derita...

Siapa yang menyebabkan kita mengalami kondisi suka dan kondisi derita ? Saya sudah percaya ini itu, menyerahkan diri ini itu, sudah menjalankan ini itu... koq saya masih mengalami kondisi derita ? Apakah saya mengalami kondisi derita agar kita dapat merasakan kondisi suka ? naif sekali jawaban seperti itu... pertanyaannya siapa sih yang mau masuk dalam kondisi derita walau sekali saja ? Apalagi jika mengalami kondisi derita berkali-kali.

Jawaban yang tidak pasti akan kondisi itu yang menyebabkan manusia malas mencari jawabannya, karena tidak ada yang benar-benar pasti selain hanya mengharapkan secuil suka atau bahagia yang dikatakan pemberiaan dari Tuhan kepada umatnya yang telah percaya kepadanya, walaupun seseorang masih juga mengalami kondisi derita setiap saat dalam hidupnya.

Janji untuk selalu masuk dalam kondisi suka, menjadi andalan manusia yang tidak pernah menemukan jawaban yang pasti, walau mereka sendiri tidak pernah mengetahui kapan janji itu ditepati selain hanya berharap dan berharap dalam pengharapan kepada Tuhannya dengan berkata yang indah-indah atas Tuhannya yang selalu dan pasti mengenapi janji-janjinya... janji tinggalah janji.

Hal ini lah yang menyebabkan manusia berpikir, bahwa setiap hal baik seperti kesuksesan, kejayaan, kesembuhan, keberhasilan, panjang umur yang dapat menyebabkan manusia masuk dalam kondisi suka atau bahagia dianggap sebagai berkah dan pemberiaan dari Tuhan mereka.

Sedangkan hal sebaliknya, setiap hal buruk seperti kegagalan, bencana, kematian, keterpurukan yang dapat menyebabkan manusia masuk dalam kondisi derita dianggap sebagai kerjaan dari Setan/Iblis karena mereka diciptakan oleh Tuhan untuk menganggu dan menggoda manusia untuk jatuh dalam dosa dan mengalami hal derita.

Tapi ingatkah kita bahwa Setan/Iblis adalah produk Tuhan, dimana tugas mereka pun jelas, jadi apakah Tuhan yang menjerumuskan manusia kedalam kondisi derita tersebut ?

Readmore »»

Logis ? Suatu Hal yang Mustahil Bagi Nasrani !

Beberapa minggu lalu ada kenalan saya yang menjalani operasi jantung by pass, kebetulan operasinya berjalan lancar. Saat ini kondisi badan drop dan kalo berjalan sangat pelan. Namun ada hal yang mengejutkan, dia mengatakan bahwa istri nya berdoa tiap hari di Gereja, sehingga operasinya berjalan lancar dan dia masih hidup, wow spektakuler... kesannya demikian, tapi ada hal yang ganjil.

Jika si istri berdoa kepada Tuhan nya dan merasa doa nya terkabulkan dimana operasi suami nya berjalan lancar, sehingga suaminya masih hidup sampai sekarang, Maka itu menyatakan Tuhan nya memiliki kemampuan untuk menyembuhkan dan tentunya sebelum si suami di operasi, si istri pasti juga berdoa berharap kesembuhan, seharusnya kesembuhan itu bisa terjadi sebelum si suami di operasi... ingat tidak ada yang mustahil bagi Tuhan dan Tuhan nya memiliki kuasa penyembuhan.

Hal yang patut di pikir kan juga, segala sesuatu ada karena ada yang menciptakan, pertanyaannya dari mana penyakit itu ada dan berasal ? Hal yang berlawanan, siapa yang bisa menyembuhkan penyakit itu ? Dokter ? Dokter pun dikatakan perpanjangan tanggan dari Tuhan... ehm... ada sandiwara dan permainan tingkat tinggi...

Hal yang menjadi pertanyaan, kenapa pertolongan itu seakan datang setelah operasi terjadi ? Singkatnya, kenapa pertolongan Tuhan datangnya selalu terlambat ? walau sebenarnya itu adalah usaha dari para dokter yang mengoperasi jantung si suami. Namun hal itu masih bisa ditepis dengan mengatakan bahwa Tuhan nya meminjam tanggan si dokter untuk menyembuhkan si suami, wow spektakuler... kesannya demikian lagi, walau si dokter bukan seorang Nasrani bahkan tidak mempercayai Tuhan Nasrani... ehm...

Tuhan seharusnya tau yang terbaik dan tentunya hal terbaik dalam hal ini adalah hilangkan penyakit jantung, jauhkan dari kuasa gelap dan bebaskan si suami dari penyakit yang dapat menyebabkan kematian tersebut, tentunya hal itu bisa terjadi sebelum operasi dilakukan, karena kenalan saya tersebut menghabiskan 200 juta untuk biaya operasi, itu pun dia meminjam bantuan (utang) dari perusahaan dimana dia bekerja... ehm apakah ada rencana Tuhan dibalik kejadian itu ?

Seperti yang sering kita dengar dalam setiap acara kesaksian dimana orang-orang Nasrani mengaku dia terbebas dari suatu penyakit, karena adanya kuasa penyembuhan dari Tuhan. Tapi koq si suami justru mengalami penyembuhan dari Tuhan setelah operasi dilakukan ? Apakah ini menunjukan si Tuhan tidak mampu untuk menyembuhkan sebelum operasi ?

Tadi saya membahas masalah ini dengan orang Nasrani, tiba-tiba ia melakukan pembelaan dengan mengatakan bahwa memang seharusnya orang itu harus di operasi, bukan masalah cepat atau lambatnya pertolongan, ehm... jika setelah operasi saja Tuhan bisa menyembuhkan, tentunya sebelum operasi Tuhan juga bisa bukan ? Kenapa tidak dilakukan oleh Tuhan ?

Oh Tuhan punya rencana atas semua itu... ehm... saya jadi usil, dari mana kamu tau bahwa Tuhan punya rencana atas semua itu ? Jika kamu mengetahui bahwa itu adalah bagian dari rencana Tuhan, maka apa rencana nya ? Ia hanya diam...

Banyak orang Nasrani seakan tau mana kejadian yang merupakan bagian dari rencana Tuhan dan mana yang bukan, tentunya mereka juga tau apa isi dari rencana Tuhan nya, itu seharusnya... ya ga tau lagi kalo ucapan itu keluar hanya untuk membuat sensasi agar menimbulkan perasaan bangga, kagum dan takjub terhadap cerita-cerita yang beredar atas Tuhannya...

Saya lalu teringat, ada seorang ibu dari keluarga yang berada dan beragama Kong Hu Cu yang juga menderita penyakit jantung, ibu ini sudah pernah di operasi by pass bahkan jantungnya sudah bukan jantung asli, tapi menggunakan jantung buatan. Yang mengejutkan ibu ini hidup lebih dari 10 tahun sejak di operasi... kalo begini, Tuhan siapa yang menyembuhkan dan Tuhan mana yang meminjam tanggan si dokter ?

Apakah ada Tuhan yang lebih hebat dari pada Tuhan dari Nasrani ? Atau hal itu cuma kebetulan ? Atau mungkin itu kerjaan Setan/Iblis ? (seperti yang selama ini dituduhkan ke pihak Agama lain bahwa Agama selain Nasrani adalah Sesat dan penganut Setan/Iblis) Lalu jawaban mana yang lebih logis ???

Readmore »»

Shio Yesus

Loh koq ada "shio Yesus", kan shio cuma ada 12 macam dan setiap shio disimbolkan dengan seekor binatang, dhanu koq suka menghina ?

Sebenarnya hal itu bukan suatu penghinaan, bukan suatu yang sengaja saya buat-buat, tapi pernyataan mengenai "shio Yesus" muncul dari kalangan Nasrani sendiri. Beberapa orang Nasrani terutama dari kalangan Kristen terlihat sungguh anti terhadap simbol-simbol dan unsur-unsur Chinese yang erat kaitannya dengan Agama Kong Hu Cu. Mereka sebisa mungkin menghindari hal-hal tersebut, karena Agama Kong Hu Cu dianggap Agama sesat oleh mereka.

Bagi saya pemikiran seperti ini sungguh naif dan picik, kenapa ? karena mereka sebisa mungkin menarik umat Agama Kong Hu Cu dengan menggunakan kata sesat dan menawarkan janji-janji keselamatan oleh Yesus, sehingga mau menerima Agama Nasrani. Karena itu mereka menolak semua simbol-simbol dan unsur-unsur chinese tersebut.

Saat ini pemerintah Indonesia mulai menerima budaya Chinese yang erat kaitannya dengan Agama Kong Hu Cu, bahkan Ajaran Kong Hu Cu sudah diterima sebagai salah satu Agama di Indonesia dan hari Imlek dianggap sebagai hari raya dari Agama Kong Hu Cu, hal ini menyebabkan budaya Chinese yang dulu nya sempat dilarang sekarang bisa dilakukan dengan bebas seperti atraksi Barongsai dan diperbolehkan pelajaran Bahasa Mandarin di sekolah-sekolahan.

Lucunya beberapa simbol dan unsur Chinese yang saat ini menjadi tren di kalangan Chinese mulai di terima kalangan Nasrani, walau sebelumnya sempat dilarang dan dianggap sesat oleh pihak Nasrani. Jangan heran jika saat ini, kita bisa menyaksikan suasana Imlek, tarian Barongsai dan penggunaan Bahasa Mandarin di Gereja. Hal ini digunakan untuk menarik minat warga keturunan Chinese agar dapat menerima Agama Nasrani dan menunjukan bahwa di Gereja pun budaya Chinese bisa dilakukan.

Nah ternyata penyakit lama dikalangan Nasrani masih ada, sehingga muncul pernyataan "shio Yesus" hanya karena mereka sebisa mungkin menolak pemahaman tentang shio dan tidak mau disamakan dengan sifat-sifat binatang, wah pemikiran yang sungguh sempit.

Apakah pengelompokan tahun kelahiran seseorang dalam shio berarti sesat dan berhala ? Apakah pengelompokan tahun kelahiran seseorang dalam shio berarti menyamakan seseorang dengan sifat binatang ?

Bagaimana dengan pandangan orang Nasrani terhadap pengelompokan bulan kelahiran seseorang dalam zodiak ? Zodiak sendiri berasal dari budaya Yunani dan menggunakan simbol-simbol Dewa-Dewi, apakah juga dianggap sesat dan berhala ?

Readmore »»

Kesempitan Berpikir

Baru-baru ini acara Talkshow Kick Andy menampilkan Karmaka Surjaudaja yang notabene seorang Nasrani dan acara tersebut ditulis di beberapa surat kabar. Entah ada tujuan apa dibalik penulisan itu yang berulang kali menyebutkan ada kuasa Tuhan didalam hidup Karmaka Surjaudaja sehingga ia menjadi "Bos Seumur Hidup Bank NISP"

Teman dekat saya, tiba-tiba membahas tulisan itu setelah membaca di salah satu surat kabar, dia mengatakan "tuh kisah Karmaka Surjaudaja bagus, dia menjadi orang besar dan sukses setelah ia kembali ke jalan Tuhan". Wah... saya sedikit bingung dengan pola pikir orang-orang Nasrani.

Apa hubungannya antara jalan Tuhan dengan kesuksesan yang diraih seseorang ? Apakah orang sukses karena ia percaya Tuhan nya ? Apakah kesuksesan hanya akan di peroleh seseorang pada Agama tertentu ? Apakah tidak ada kesuksesan bagi orang dari Agama lain dan percaya Tuhan lain selain Tuhan nya ?

Jika hal itu benar, maka sudah bisa dipastikan bahwa tidak ada orang yang akan sukses selain dari umat Agama tertentu dan tentunya umat dari Agama tertentu itu semua nya adalah orang sukses, orang kaya... tapi kenyataannya, setiap Agama memiliki umatnya yang kaya dan umatnya yang miskin.

Kenapa kesempitan berpikir seperti ini masih ada didalam pikiran orang Nasrani yang cenderung mempromosikan Agama nya untuk menunjukan kehebatan dari Agama nya ? Setiap ada cerita kesuksesan, kesembuhan, keselamatan dan kejayaan dari umatnya, maka cerita itu dengan cepat menyebar dan di eksposes dimana-mana, untuk menunjukan kehebatan dari Agama dan Tuhan mereka. Namun sebaliknya, jika ada kegagalan, kematian karena penyakit dan penderitaan karena kehancuran tidak pernah di eksposes ke permukaan bahkan terkesan di tutup-tutupi, kenapa ?

Dan yang terparah, kegagalan, kematian karena penyakit dan penderitaan karena kehancuran lebih banyak di alami oleh umat Agama daripada umat yang mendapatkan kesuksesan, kesembuhan, keselamatan dan kejayaan. Apakah semua hal tersebut hanya terjadi pada salah satu Agama saja ? Tidak ! Didalam semua Agama, hal-hal tersebut terjadi tanpa kecuali. Apa yang bisa kita tangkap dalam hal itu ? Setiap orang (tanpa peduli Agama dan Tuhan nya) memiliki keberuntungan nya masing-masing, istilah umumnya setiap orang memiliki jalan hidupnya sendiri. Hal ini yang menjawab kenapa di dalam setiap Agama tanpa kecuali, ada umatnya yang kaya dan ada juga umatnya yang miskin.

Sebenarnya apa yang bisa kita ambil dari beberapa acara Talkshow mengenai kesuksesan yang diraih seseorang adalah semangat dan kegigihan seseorang untuk dapat hidup lebih baik daripada sebelumnya, sehingga ia akan berjuang semaksimal mungkin untuk mencapai keinginannya yaitu hidup dalam kesuksesan materi. Bukan untuk melihat bahwa ada peranan Agama dan Tuhan tertentu dalam cerita kesuksesan tersebut, itu lah yang saya sebut sebagai kesempitan berpikir.

Apakah kita masih mau terkukung dalam kesempitan berpikir seperti itu ?

Readmore »»

Jalan-Jalan ke Panti Jompo

Beberapa waktu yang lalu, saya diajak mengikuti kegiatan sosial ke panti jompo. Ketika sampai ke panti jompo, tidak ada yang spesial, yang terlihat hanya lah orang-orang tua yang renta, dengan penampilan yang kusut dan menggunakan pakaian seadanya. Wajah mereka pun murung tanpa ekspresi dan kadang hanya tersenyum kecil.

Rombongan saya diajak berbaur, duduk bersebelahan dengan para orang tua yang kesepian didalam ruang serba guna. Kita pun mengobrol setelah berkenalan dengan para orang tua, namun wajah mereka tidak menunjukan ekspresi senang, malah ada yang sedih karena teringat sanak keluarga mereka. Ada beberapa orang tua menceritakan, mereka dititipkan ke panti jompo oleh anak-anak nya yang tidak mau mereka lagi. Ada juga karena suaminya telah meninggal dan beliau tidak memiliki anak.

Yang mengejutkan ada anak yang tidak mau lagi mengurus orang tuanya, sehingga ia menitipkan orang tuanya ke panti jompo hanya karena si istri tidak cocok dengan orang tuanya dan tidak mau direpotkan untuk mengurus orang tuanya. Tapi si anak mau memiliki rumah orang tuanya, sementara ia membuang orang tuanya.

Para orang tua sangat berharap yang datang ke panti jompo bukan lah rombongan saya, melainkan sanak saudara mereka. Hal ini cukup beralasan, karena saya rasa tidak ada orang tua yang mau ditinggal/dibuang oleh anak-anak dan sanak keluarganya. Suatu saat kita pun akan tua, bagaimana perasaan kita jika kita yang ditinggal/dibuang oleh anak-anak dan sanak keluarga kita ?

Setelah berkenalan dan mengobrol panjang lebar, rombongan saya mengisi acara dengan tujuan menghibur para orang tua yang kesepian. Saat itu saya bisa melihat ekspresi gembira dari para orang tua, dimana wajah mereka cerah dengan senyum yang lepas...

Yang sempat terpikir oleh saya, mengapa ada orang tua yang sangat diperhatikan oleh anak dan sanak keluarganya, tapi ada orang tua yang ditinggal/dibuang oleh anak dan sanak keluarganya, mengapa hal ini bisa terjadi ? Apakah salah si anak karena begitu tega dan kurang ajar sehingga menelantarkan orang tuanya ? Kenapa si anak sampai bisa begitu tega ?

Ada salah satu orang tua yang berasal dari agama yang katanya terkenal dengan istilah "Kasih" tapi cukup mengherankan, kenapa si anak (menganut agama yang sama dengan orang tuanya) tega menelantarkan orang tuanya ? Apakah salah agama dalam mengajar moralitas kepada umatnya ? Apakah ada salah dari orang tua, sehingga si anak tidak mau mengurus mereka ?

Apakah ini yang dikatakan "Takdir" ? Siapa yang mengatur "Takdir" dari kehidupan manusia ? Apakah ada suatu ketidak adilan yang dialami oleh para orang tua renta di panti jompo ? Apa kriteria agar manusia bisa memperoleh suatu keadilan yang seharusnya mereka peroleh ?

Readmore »»

Pencipta dan Hasil Ciptaan (Bagian III)

Setiap agama menawarkan konsep Ketuhanan yang berbeda-beda dengan iming-iming keselamatan kekal yang menjadi umpan dalam menjaring umat sebanyak-banyaknya dan setiap agama juga memiliki sosok Tuhan sebagai pencipta yang menjadi ikon dari suatu agama yang juga digunakan untuk usaha promosi dengan memaparkan keistimewahan/kemampuan dari sosok Tuhan nya.

Namun saat ini muncul beberapa agama yang tentunya juga menawarkan konsep Ketuhanannya masing-masing, sehingga cukup membingungkan, sosok Tuhan mana yang paling mendekati kebenaran dari sosok si pencipta alam semesta ?

Jika ada yang mengatakan bahwa pencipta dari agamanya yang paling benar, karena jumlah pengikutnya, maka bisa dikatakan sungguh memalukan karena tidak ada patokan kebenaran didalam kata jumlah...

Sayangnya pencipta dari suatu agama tidak pernah menampakkan batang hidungnya kepada khayalak ramai atas keberadaannya dan sungguh ironis si pencipta tidak pernah mengumandangkan serta menyatakan keberadaanya sejak awal penciptaan sampai saat ini, sehingga muncul berbagai Tuhan yang jumlahnya begitu banyak saat ini...

Kenapa hal ini tidak terpikirkan oleh si pencipta ? Setidaknya si pencipta yang Maha Mengetahui seharusnya mengetahui, bahwa ego manusia akan membentuk karakter Tuhan (dirinya) hasil kreasi manusia yang dapat menimbulkan banyak kontra, pertikaian, permusuhan, perdebatan, pembunuhan bahkan peperangan...

Alangkah bijaknya jika si pencipta menyatakan diri nya dari awal penciptaan sampai saat ini, saya yakin tentunya tidak bermunculan berbagai macam agama dengan konsep ketuhanannya masing-masing hasil kreasi manusia, karena kita akan mengenal 1 pencipta dan semua manusia terangkul dalam 1 agama, juga tidak akan pernah terjadi pertikaian, permusuhan, perdebatan, pembunuhan, peperangan mengatasnamakan si pencipta dan dunia menjadi lebih baik... tapi apa yang terjadi saat ini ?

Ada suatu konsep agama yang menyatakan bahwa segala sesuatu ada karena diciptakan dan tidak mungkin muncul begitu saja. Sehingga bisa dikatakan bahwa si pencipta (Tuhan) itu ada karena ada yang menciptakannya pula... tidak ada kekhususan disini. Apakah ini juga menyatakan bahwa Tuhan sebagai pencipta merupakan hasil kreasi dan imajinasi manusia yang diturunkan dari generasi ke generasi sehingga tidak ada yang pernah tau siapa sosok Tuhan sebagai pencipta itu sesungguhnya ?

Konsep penciptaan ini dapat dituangkan dalam suatu cerita "Panggung Sandiwara" dimana rencana si pencipta merupakan script/naskah yang telah ditulis dan diatur sebelumnya oleh penulis/sutradaranya, sang sutradara mengatur peran dari setiap pemaian (nasib) yang dipilih oleh nya dan si pemain diberikan suatu kebebasan dalam mengimprovisasi perannya.

Jika si pemain melakukan kesalahan dalam memainkan perannya, si sutradara dapat memaafkannya jika si pemain mau mengakui kesalahannya dan percaya pada si sutradara bahwa perannya ini adalah yang terbaik dan cocok dengan dirinya tanpa boleh protes atau menolaknya. Namun si sutradara akan marah besar dan menghukum si pemain jika ada pemain yang menentang/berlawanan dengan keinginannya (kehendak) yang telah ia tentukan dan tidak boleh diganggu gugat.

Si sutradara akan iri jika ada pemain yang mencari sutradara lain dalam mengekplorisasi kemampuan aktingnya, bahkan si sutradara tidak segan-segan mengancam bahkan membunuh si pemain jika tidak menurutinya.

Si sutradara menawarkan tawaran yang mengiurkan sebagai imbalan jika si pemain memainkan perannya dengan baik dan percaya atas cerita yang telah di susun oleh sutradara, agar cerita dapat diselesaikan dengan baik.

Setiap pemain harus menjalankan semua perannya sendiri-sendiri, jika ada yang mengeluh boleh curhat 4 mata dengan si sutradara, jika si sutradara tidak sibuk kemungkinan besar keinginan dari pemain dapat dikabulkan olehnya, namun jika si sutradara sangat sibuk bisa jadi keinginan dari pemain terlupakan bahkan tidak akan dikabulkan.

Namun jika cerita yang telah disusun (rencana) oleh sutradara telah selesai, maka selesailah "Panggung Sandiwara", para pemain dibuang begitu saja dan tidak digunakan lagi. Berakhir lah 1 episode yang merupakan karya iseng-iseng dari sutradara yang kesepian dalam kesendirian...

Apakah kita telah berpikir kritis untuk memperoleh jawaban atas kehidupan atau bersikap masa bodoh dan menerima saja apa adanya tanpa perlu mengetahui kebenarannya ?

Readmore »»

Pencipta dan Hasil Ciptaan (Bagian II)

Sering kita melihat pemandangan yang kontras antara manusia dengan ekonomi yang berlebih dan manusia dengan ekonomi yang kekurangan. Hal ini pula yang menimbulkan jurang pemisah dan menimbulkan kecemburuan/kesenjangan sosial, bahkan bisa terjadi permusuhan/pertikaian/pembunuhan hanya karena masalah ekonomi.

Namun yang menjadi pertanyaan, dari mana manusia memiliki rejeki yang berlebih sehingga memperoleh materi yang berlebih dan mengapa ada manusia yang rejekinya seret sehingga tidak memperoleh materi dalam memenuhi kebutuhkan sehari-hari nya ?

Apakah hanya dengan alasan, kaya-miskin ada untuk membuat suatu keseimbangan, jika tidak ada yang kaya maka tidak ada yang miskin ? Kita dapat mengatakan keseimbangan jika jumlah orang yang kaya dengan orang yang miskin seimbang dan efek buruk dari kaya-miskin tidak pernah ada dipermukaan bumi ini...

Apakah kaya-miskin tergantung dari usaha keras yang dilakukan oleh seseorang ? Jika demikian, apakah seorang pekerja kasar dipelabuhan lebih kaya dibandingkan pekerja kantoran ?

Apakah kaya-miskin tergantung dari ketekunan/giat/pantang nyerah ? Jika demikian, apakah seseorang yang pandai/pintar dalam pelajaran yang terkenal karena usahanya yang tekun/giat/pantang nyerah pasti lebih kaya dibandingkan mereka yang tidak bersekolah/pandai/pintar ?

Apakah kaya-miskin tergantung dari orang tuanya ? Jika demikian, apakah orang tua yang kaya berarti anak nya pasti kaya juga dibandingkan mereka yang memiliki orang tua yang kurang dalam materi ? Kenyataannya banyak orang yang sebelumnya sangat kurang dalam ekonomi tapi anak-anaknya menjadi orang sukses dengan materi yang berlebih...

Apakah kaya-miskin tergantung dari keyakinannya terhadap si pencipta yang paling benar ? Jika demikian, kekayaan seseorang akan diperoleh hanya jika ia berkeyakinan pada agama itu saja, diluar agama itu tidak akan ditemukan 1 orang pun yang sukses, namun kenyataannya berbicara lain. Setiap agama pasti memiliki umatnya yang kaya, juga memiliki umatnya yang sangat-sangat kekurangan dalam ekonomi...

Jadi apa karakteristik sehingga orang bisa kaya dan bisa miskin ? Jangan lah kita menutup mata atas fenomena ini dalam kehidupan bermasyarakat, karena efek dari fenomena ini menimbulkan hal buruk yang tidak pernah akan diduga oleh kita sebelumnya yang menganggap remeh hal ini...

Apakah ada peran serta dari si pencipta dalam hal ini ? Jika iya, maka kenapa terjadi kepincangan yang dapat menimbulkan efek buruk atas fenomena kaya-miskin ? Apakah ini semua diluar perhitungan si pencipta atau mungkin si pencipta tidak mampu untuk mengetahui hal ini atau mungkin si pencipta mengetahui tapi membiarkan hal ini terjadi...

Saya yakin tidak ada orang yang mau hidup dalam keadaan kekurangan dalam hal materi, terlebih jaman saat ini dimana tuntutan kebutuhan dalam kehidupan membutuhkan materi yang tidak sedikit. Mengapa pula jumlah manusia yang hidup dalam kekurangan lebih banyak daripada meraka yang hidup dengan materi yang berlebih ? Apakah ada unsur ketidakadilan dari si pencipta dalam hal ini ?

Mengapa sampai semua ini terjadi ? Apakah tidak pernah diperhitungkan sebelumnya oleh si pencipta ?

Dalam usaha pemenuhan kebutuhan dalam hidup, seseorang dituntut untuk bekerja memperoleh materi dengan usaha yang keras maupun dengan usaha yang gampang. Dalam bekerja kadang menimbulkan kecemburuan atas jabatan yang dijalani nya, ada yang memiliki jabatan yang rendah sehingga bekerja kasar, ada yang memiliki jabatan cuma sebagai staff, ada yang memiliki jabatan sebagai manager dan direktur.

Mengapa sampai seseorang memperoleh jabatannya tersebut ? Apakah dengan usaha yang giat dan rajin, sehingga pemimpin perusahaan menghargai kinerja nya dan menempatkannya pada posisi yang lebih tinggi ? Bagaimana dengan seseorang yang tidak memiliki kinerja yang baik namun dapat menduduki posisi yang lebih tinggi ? Bagaimana dengan seseorang yang baru bekerja sudah menduduki posisi yang lebih tinggi, apakah hanya karena faktor ijasah/relasi ?

Apakah semua ini ada pautannya dengan si pencipta ? Jika tidak ada, kenapa hal ini bisa terjadi dengan sendiri nya ?

Apakah karena si pencipta yang menginginkan kondisi seperti itu ? Jika tidak, berarti tidak ada umat dari si pencipta yang bisa dikatakan bahwa ia memperoleh pekerjaan karena kuasa/berkah dari si pencipta, sehingga umat tidak perlu berterima kasih pada si pencipta...

Ada kasus dimana seseorang yang tidak memiliki kinerja yang baik tapi bisa menempati posisi jabatan yang cukup tinggi hanya karena ia menganut agama yang sama dengan pemimpin perusahaan, padahal didalam lingkungan kerja ada orang lain yang memiliki kinerja yang lebih baik hanya saja ia tidak menganut agama yang sama dengan pemimpin perusahaan. Apakah ini terjadi juga karena kuasa si pencipta dari suatu agama ?

Kenapa persoalan kaya-miskin dan jabatan/kekuasaan ini menjadi persoalan dalam pembahasan masalah kehidupan ?

Karena hal-hal tersebut dapat menimbulkan efek buruk yang dapat menimbulkan rasa benci, iri hati, dengki dan marah ketika seseorang berada diposisi yang tidak menguntungkan dan memiliki kedudukan yang lebih rendah, walau ia tidak mengetahui secara pasti mengapa ia sampai mengalami hal tersebut. Apakah ada faktor nasib ? Siapa yang mengatur nasib manusia dalam hal ini ?

Saya rasa tidak ada orang yang mau mengalami hal buruk tersebut, setiap orang pasti berkeinginan memperoleh yang terbaik dalam hidupnya, namun kenapa ketimpangan itu tetap terjadi ?

Apakah kita telah berpikir kritis untuk memperoleh jawaban atas kehidupan atau bersikap masa bodoh dan menerima saja apa adanya tanpa perlu mengetahui kebenarannya ?

Readmore »»

Pencipta dan Hasil Ciptaan (Bagian I)

Banyak konsep penciptaan yang menjelaskan asal muasal manusia dan alam semesta yang dikatakan merupakan hasil ciptaan dari sang pencipta, dimana hal ini lah yang dianggap dapat memberikan jawaban atas pertanyaan manusia mengenai awal kehidupan dan alam semesta. Hal ini dikarenakan terbatasnya kemampuan manusia untuk dapat mengetahui dari mana awal kehidupan ini yang masih menjadi misteri, sehingga konsep yang cukup menggugah perasaan diterima sebagai suatu kebenaran, tanpa boleh di kritisi.

Jika kita pahami dan sadari, konsep penciptaan dan ketuhanan merupakan ciptaan manusia sebelumnya yang diturunkan dari generasi ke generasi dan mengalami banyak perubahan (menyesuaikan keadaan dan menutupi kebohongan yang terungkap dengan cerita yang lebih menyakinkan sidang pembaca yang sempat ragu) serta penyempurnaan terhadap legenda oleh pemuka-pemuka agama, sehingga konsep itu dapat terjaga dan bertahan walau mengalami begitu banyak revisi demi revisi.

Sebenarnya banyak hal yang dapat kita kritisi dari konsep penciptaan tersebut, karena terdapat begitu banyak kejanggalan dan ketidak konsistenan dari konsep penciptaan serta tidak sesuai dengan realita kehidupan dimasyarakat.

Salah satu agama menyatakan bahwa manusia diciptakan sesuai dengan rupa dan gambar dari sang pencipta dan manusia yang diciptakan pertama adalah pria, apakah ini menyatakan bahwa si pencipta adalah seorang pria yang memiliki fungsi tubuh (termasuk alat kelamin yang harus bekerja sesuai dengan fungsinya) sesuai tubuh manusia pria ?

Bagaimana dengan kondisi manusia dengan bentuk fisik yang cacat ? Bagaimana dengan kondisi manusia dengan rupa yang buruk ? Apakah itu menyatakan rupa (bentuk fisik) dari si pencipta atau bisa dikatakan manusia dengan fisik yang cacat/rupa yang buruk merupakan produk gagal dari si pencipta ?

Jika dikatakan produk gagal, berarti si pencipta pun dapat melakukan kesalahan, apakah masih ada kesalahan bagi seorang pencipta yang dikatakan sempurna ? Kenapa seorang pencipta sampai tidak mengetahui bahwa ia melakukan suatu kesalahan, padahal dikatakan bahwa si pencipta adalah Maha Mengetahui ?

Saya rasa tidak ada manusia yang mau memiliki rupa yang buruk atau memiliki fisik yang cacat dan serba kekurangan. Yang menjadi pertanyaan kenapa sampai hal ini terjadi pada manusia sebagai ciptaan dari si pencipta ?

Hal diatas itu saja cukup pelik dan membingungkan untuk dijawab dengan kapasitas manusia biasa, tapi bagaimana dengan kapasitas sebagai manusia pilihan (yang terpilih/terpanggil/diurapi) seperti pemuka agama, apakah mampu untuk menjawab persoalan yang muncul dari konsep penciptaan hasil kreasi manusia ?

Dalam kehidupan sehari-hari pun sering kita mendengar kematian janin dalam kandungan atau kematian bayi beberapa saat setelah dilahirkan, bukankah hidup dan mati merupakan rencana si pencipta, jadi apa kesalahan si bayi sehingga ia harus dimatikan oleh si pencipta ? Apakah faktor kurang gizi atau faktor kesehatan sang ibu berpengaruh dalam hal ini ? Walau berpengaruh sekalipun, seharusnya kematian itu tidak boleh terjadi, karena tujuan si pencipta menciptakan manusia untuk memenuhi permukaan bumi, bukan untuk diciptakan dan langsung dimatikan kembali.

Apakah kemampuan dari manusia bisa melebihi kemampuan si pencipta ? Banyak orang mengatakan tidak, tapi hal yang terjadi adalah sebaliknya, manusia dapat menggugurkan kandungan dimana dikatakan bahwa janin yang dikandung seorang wanita merupakan hasil ciptaan si pencipta dan diuraikan pula bahwa hidup dan mati merupakan rencana si pencipta, seharusnya walau ada manusia yang mencoba melakukan usaha aborsi, si pencipta dapat mengagalkannya dengan cara melindungi nyawa si bayi dari usaha manusia tersebut, namun yang terjadi adalah jutaan bayi diaborsi tiap tahunnya...

Sering kita dengar bahwa manusia dilahirkan dalam keadaan bersih/suci/tak berdosa, namun dilain hal dikatakan bahwa manusia telah berdosa dan jatuh kedalam dosa sejak Adam dan Hawa menentang kehendak Allah sebagai pencipta, Bagaimana mungkin bayi (yang juga manusia) yang baru dilahirkan dapat dikatakan bersih/suci/tak berdosa ? Jadi sejak kapan manusia bisa dikatakan berdosa setelah ia dilahirkan ?

Setelah manusia hidup dibumi, maka muncul lah usaha pembelajaran yang dilakukan oleh si bayi, dimana ia menyerap semua yang harus ia ketahui dan pahami mengenai lingkungan sekitarnya dan tentang kehidupan ini. Semua proses itu membentuk pengetahuan yang akan tersimpan didalam memory manusia. Namun dari mana munculnya sifat manusia ? Apakah sejak lahir ia telah membawa sifat ? Siapa yang memberikan sifat kepada manusia ? Kenapa ada sifat yang baik dan ada sifat yang buruk ? Kenapa ada manusia dengan sifat yang baik, juga ada manusia dengan sifat yang buruk, apa tolak ukurnya sehingga manusia cocok dengan sifat nya masing-masing, ibarat pemain sandiwara yang telah ditentukan karakternya oleh sang sutradara agar dapat berperan sebagaimana yang telah ia rencanakan dalam naskah yang ia tulis.

Apakah kita telah berpikir kritis untuk memperoleh jawaban atas kehidupan atau bersikap masa bodoh dan menerima saja apa adanya tanpa perlu mengetahui kebenarannya ?

Readmore »»

Seberkas Cahaya, Secerca Harapan

Kita tentu sering mendengar kata "Seberkas Cahaya, Secerca Harapan" awalnya saya tidak terlalu memahami arti dari kata tersebut, namun ketika saya menghadapi suatu persoalan pelik saya dapat memahami arti kata itu dan saya rasa semua orang pun pernah mengalami suatu persoalan pelik yang sangat berat untuk dihadapi.

Ketika persoalan pelik itu muncul kepermukaan, rasa bimbang, kacau, cemas, takut, gundah, marah, benci muncul silih berganti sambil berharap dan menanti datangnya suatu bantuan dan hilangnya permasalahan, dimana pertolongan tersebut sangat berarti melebihi nilai jual emas.

Pertolongan itu dapat membantu kita bangkit dari suatu keterpurukan, berusaha keluar dari permasalahan yang kita hadapi dan menjadi pemenang. Namun kita kadang tidak mengetahui dimana dan darimana kita bisa memperoleh pertolongan tersebut.

Permasalahan yang saya hadapi membuat saya masuk dalam kondisi gelap tanpa arah, yang saya ingin kan hanya lah suatu penyelesaian, dimana saya terus cari dan mencari cara bagaimana saya dapat keluar dari kondisi gelap tersebut. Tidak pernah terbayangkan oleh saya sebelumnya, ketika permasalahan belum dapat saya selesaikan, kritikan dan permasalahan lain turut datang mengganggu sepanjang hari. Tapi suatu dorongan/support dari keluarga, memberikan suatu kekuatan dimana saya merasa yakin untuk dapat menyelesaikan permasalahan tersebut dan ya... permasalahan dapat saya selesaikan.

Memang permasalahan itu tidak pernah habis/lenyap dari kehidupan kita selama kita masih bernafas, tapi yang menjadi pointnya adalah darimana permasalahan itu muncul ?

Efek psikologi nya, saya merasa keluarga saya lah yang menjadi penolong saya... namun saya tidak menyadari, bahwa bantuan yang saya peroleh hanya dorongan/support untuk menghadapi permasalahan. Namun itu lah yang menjadi kekuatan berupa rasa percaya diri untuk dapat menyelesaikan persoalan, dimana pikiran saya dituntut untuk dapat memberikan suatu solusi yang dapat saya lakukan untuk keluar dari permasalahan.

Begitu pula dengan efek pertolongan yang dirasakan oleh umat beragama, ketika mereka menghadapi suatu permasalahan yang pelik, bantuan itu sangat-sangat diperlukan, namun yang terjadi mereka mencari pertolongan dari luar diri mereka (Tuhan/Dewa-Dewi) dan berharap "Sim Salabim..." permasalahan selesai.

Jika kita mau jujur, berapa banyak umat beragama yang mengalami permasalahan yang pelik namun dapat diselesaikan dengan pertolongan dari luar diri mereka dibandingkan dengan umat beragama yang mengalami permasalahan yang pelik namun tidak pernah dapat terselesaikan oleh pertolongan dari luar diri mereka, bahkan terkadang permasalahan yang dihadapi malah bertambah besar.

Pertolongan dari luar diri kita (Tuhan/Dewa-Dewi) maupun dorongan/support dari luar diri kita (Keluarga/Teman) merupakan Seberkas Cahaya yang menjadi suatu Harapan untuk keluar dari permasalahan yang sedang kita hadapi, namun jika tidak ada usaha dari kita sendiri untuk mau keluar dari permasalahan, maka selama itu pula kita tidak akan pernah terlepas dari permasalahan yang sedang kita hadapi.

Banyak orang mengatakan bahwa kita harus lah dapat menerima semua permasalahan yang sedang kita hadapi, maka disitu pikiran kita menjadi lebih tenang dari sebelumnya, sehingga harapan yang kita peroleh menjadi berarti dalam usaha untuk terlepas dari suatu permasalahan yang sedang kita hadapi.

Jadi, sudah kah kita memperoleh Secerca Harapan dalam menghadapi permasalahan kita ?

Readmore »»

Fenomena Ponari

Anak kecil yang bernama Ponari langsung naik daun setelah ia mendapatkan "batu petir" yang katanya dapat menyembuhkan penyakit yang diderita seseorang. Ponari seakan memperoleh kemampuan untuk menyembuhkan penyakit dan hanya dari mulut ke mulut, kemampuan Ponari menjadi tersebar, dikenal orang banyak dan dipercaya bisa menyembuhkan.

Sempat terpikir oleh saya, jika Ponari ini lahir 1500 atau 2000 tahun yang lalu, kemungkinan besar saat ini kita akan mengenal seorang sosok "Tuhan"/"Anak Tuhan" yang mempunyai kemampuan menyembuhkan dengan simbol "Batu", betul ?

Hal ini bisa menjadi candaan bagi manusia saat ini, tapi ia tidak memikirkan dampak yang ditimbulkan oleh kemampuan Ponari saat ini saja dan berapa banyak orang mempercayai nya serta berapa banyak pula orang yang mencela nya.

Seperti itu pula lah, gambaran sosok manusia yang dianggap sebagai "Tuhan"/"Anak Tuhan"/"Nabi"/"Utusan" yang kita kenal saat ini, kemampuan yang dimiliki oleh seseorang dan tersebar luas menjadi suatu batu loncatan untuk menjadi sosok baru, setelah itu akan dikenang orang setelah sosok itu tiada, bahkan cerita kehidupan bisa menjadi dramatis dan mengagumkan...

Ada teman saya mengatakan "Itu kan tahayul, masa batu bisa menyembuhkan, toh ada juga yang ga sembuh". Dia bisa mengatakan demikian karena ia mempercayai hal yang sama tapi berbeda sosok (seorang nasrani). Apakah konsep kesembuhan ilahi yang di elu-elu kan kalangan Gereja memberikan jaminan bahwa "pasti sembuh", siapa yang berani menyatakan hal itu dan siapa berani memberi jaminan kepastian tersebut ?

Tuhan yang ada, juga merupakan sosok yang diciptakan dari generasi ke generasi untuk menjawab kekaguman dan ketidaktahuan atas apa yang ada dialam semesta, siapa yang bisa memberikan jaminan bahwa Tuhan itu ada ? Jika segala sesuatu itu ada, karena pasti diciptakan, berarti itu juga menyatakan bahwa Tuhan juga ada yang menciptakan, tidak ada kekhususan disini.

Apakah tindakan Ponari salah ? tidak, saya bisa menspekulasi dengan mengatakan bahwa tindakan dia merupakan perwujudan "Kasih"/"Cinta Kasih" nya kepada manusia, bahkan Ponari mengorbankan masa kecilnya untuk menyembuhkan orang banyak, keringat bercucuran, kurang tidur sampai sakit karena kelelahan menolong orang lain dan yang lebih penting, Ponari melakukan hal mulia ini sejak ia berusia belia (bandingkan dengan kuasa manusia keturunan yahudi yang dikenal sebagai "Anak Tuhan" yang tiba-tiba memperoleh title nya tersebut setelah menghilang 8 tahun dan melakukan karya nya setelah usia kepala 3)

Masih kah kita mau terkukung dalam permainan kata-kata, sensasi dan kekaguman yang nampak seakan nyata didepan kita tanpa sikap kritis akan kebenaran ?

Readmore »»

Berkah atau Musibah ?

Ada teman saya, seorang wanita yang cukup fanatik dengan Agamanya, ia sering mengatakan bahwa ia memiliki Tuhan Yesus dalam hidupnya jadi dia tidak pernah takut dan berada dijalan yang benar. Saya mendengarkan hal itu kadang merasa kagum dengan semangatnya sekaligus jijik terhadap ucapannya, kenapa ?

Ia hanya seorang staff biasa disalah satu perusahaan garmen yang memiliki pendapatan yang pas-pasan, tapi suami dia seorang Pegawai Negeri Sipil departemen Pekerjaan Umum (PU) yang terkenal dengan ladang basah. Bukan rahasia lagi bahwa gaji seorang PNS tidak lah besar, apalagi jika cuma sebagai seorang staff biasa, tapi ceperan duit kaget sangat besar.

Sebagai sepasang suami istri yang memiliki pendapatan yang tidak terlalu besar dan bukan dari kalangan keluarga yang berada, tapi mereka bisa membeli 2 unit rumah yang dibeli dengan cara tunai dan beberapa unit kendaraan yang full variasi.

Berdasarkan info dari teman saya yang juga seorang Pegawai Negeri Sipil departmen Pekerjaan Umum (cuma beda kota) banyak dana yang diajukan untuk beberapa proyek umum namun tidak pernah terealisasi dan dana tersebut merupakan uang kaget untuk staff dan pimpinan.

Apakah yang mereka peroleh merupakan rejeki yang diberikan Tuhan mereka ? Jika benar apa yang dikatakan oleh teman saya yang juga seorang Pegawai Negeri Sipil departmen Pekerjaan Umum, maka apakah sepasang suami istri tersebut "berada dijalan yang benar" ? Jika iya, maka Tuhan mereka yang menuntut tindakan mereka.

Beberapa bulan yang lalu, saya dikabari bahwa sepasang suami istri tersebut baru mengasuh seorang bayi yang diperoleh dari kota lain (terlepas bagaimana cara memperolehnya) ternyata setelah menikah lebih dari 5 tahun mereka belum memiliki seorang anak. Bulan kemarin saya dikabari lagi oleh teman saya, bahwa sepasang suami istri tersebut sedang mengalami kesusahan, karena ayah dari si suami menderita Leukimia dan ibu dari si suami menderita Diabetes, kedua-dua nya sedang dirawat disalah satu rumah sakit dan membutuhkan biaya yang cukup besar...

Apakah ini cobaan dari Tuhan mereka ? ehm...

Sungguh ribet dan pelik permainan berkah dan cobaan Tuhan, manusia hanya dapat menerka atas apa yang bisa/kebetulan mereka peroleh, entah apakah hal tersebut baik/menguntungkan ataupun apakah hal tersebut buruk/merugikan mereka, namun manusia tidak pernah mengetahui secara pasti dari mana sumber semua itu.

Ini lah yang terjadi dalam kehidupan beragama dan membentuk karakter yang tergila-gila/fanatik pada sosok Tuhannya, namun dapat meng-halal-kan segala hal buruk menjadi hal baik dan dianggap sebagai berkah/rejeki, tapi lupa atas ajaran Agamanya sendiri yang bertentangan dengan hal buruk tersebut.

Readmore »»

Anak Pengamen Jalanan

Ketika mobil yang saya gunakan berhenti di persimpangan jalan karena lampu traffic light berwarna merah, tiba-tiba datang seorang perempuan kecil yang mengendong adik nya yang masih bayi mendekat dan meminta uang receh. Padahal suhu diluar mobil cukup terik karena matahari masih bersinar disiang hari.

Sepintas saya memperhatikan keponakan saya yang masih kecil (usia nya kurang lebih sama dengan anak pengamen) yang berada satu mobil dengan saya. Keponakan saya menggunakan baju yang sangat layak, tubuh bersih dan wangi, walau berada ditempat yang sama tapi keponakan saya tidak merasakan kepanasan karena berada didalam mobil yang menggunakan AC.

Cukup kontras pemandangan ini, kenapa anak kecil itu tidak menikmati kenyamanan yang sama dengan yang dirasakan oleh keponakan saya. Jadi apa yang menyebabkan anak kecil itu tidak bisa menikmati kenyamanan yang seharusnya bisa dinikmatinya ?

Saya rasa anak kecil itu juga tidak bisa memilih untuk terlahir dikeluarga yang miskin, jadi apakah ada suatu ketidak adilan yang terjadi pada dirinya sejak dia dilahirkan ?

Readmore »»

Perbuatan Baik dan Buruk

Didalam Buddhism ditekankan bahwa setiap perbuatan (sebab) memiliki resiko/konsekuensi nya (akibat), tanpa perlu menghindar atau mengejar akibat yang diperoleh seseorang karena adanya suatu pengaturan sebab akibat yang dikenal sebagai hukum Kamma.

Pengaturan sebab akibat bukan seperti suatu hukum yang dibuat oleh sosok individu untuk mengatur apa yang belum teratur dengan baik. Pengaturan sebab akibat muncul sebagai gambaran/istilah atas resiko/konsekuensi yang muncul dari suatu perbuatan.

Karena adanya bahan bakar dan kayu kering (sebab) maka munculah api dan asap (akibat) proses ini yang disebut sebagai pengaturan sebab akibat, bukan sebagai pengaturan yang diciptakan oleh sosok individu adikuasa yang dibuat oleh karena suatu sebab, juga bukan sebagai suatu hukum tertulis yang sengaja dibuat dan diatur oleh seseorang individu yang bertugas mengaturnya.

Istilah Kamma sendiri dikalangan chinese keturunan lebih dikenal sebagai hukuman/sangsi yang diterima seseorang karena melakukan hal yang salah dan tidak benar. Pengertian ini sangat tidak benar, karena Kamma bukan lah hukuman, tapi Kamma lebih menunjukan perbuatan yang telah dilakukan oleh seseorang dan memiliki resiko/konsekuensi nya masing-masing.

Dengan melakukan perbuatan/Kamma baik, maka buah kebaikan itu pula yang akan menyertai kita, begitu pula dengan melakukan perbuatan/Kamma buruk, maka buah keburukan itu pula yang akan menyertai kita, tanpa kebijakan tertentu maupun tanpa ada suatu kuasa yang dapat menghilangkan/menghapus akibat dari suatu perbuatan.

Perbuatan/Kamma inilah yang menujukan pengaturan sebab akibat, "Sesuai dengan benih yang ditanah, demikian pula buah yang akan dituai". Menanam jagung, maka kita akan menuai jagung...

Namun buah sebagai resiko/konsekuensi dari perbuatan/Kamma kadang salah diartikan bahwa seseorang melakukan perbuatan baik karena mengejar buah kebaikan/kebahagiaan sehingga menyebabkan seseorang menjadi sombong dan tidak melakukan perbuatan buruk karena takut akan buah keburukan/penderitaan.

Didalam Karaniyametta Sutta dijelaskan "Inilah yang harus dikerjakan oleh mereka yang tangkas dalam kebaikan, Untuk mendapat ketenangan, Ia harus mampu, jujur dan sungguh jujur, Rendah hati, lemah lembut, tiada sombong".

Didalam Buddhism, suatu perbuatan baik dilakukan karena hal itu baik untuk dilakukan dengan dilandasi pengertian yang benar, bukan dilakukan karena resiko/konsekuensi (akibat) yang akan diterima dan perbuatan baik yang dilakukan dengan penuh pengertian yang benar sehingga tidak menimbulkan kesombongan tapi penuh ketenangan.

Begitu pula dengan perbuatan buruk, tidak dilakukan karena perbuatan tersebut tidak pantas untuk dilakukan. Didalam Buddhism jugat tidak ada larangan dan ancaman terhadap suatu perbuatan, cukup dengan sadar akan resiko/konsekuensi yang akan diterima, mau atau tidak mau, terima atau tidak, pengaturan sebab akibat telah bekerja.

Perbanyak perbuatan bajik,
Kurangi perbuatan buruk,
Sucikan pikiran,
Inilah ajaran Para Buddha.

Readmore »»