Coffee Morning

Anda harus lebih Berani daripada yang Anda yakini, Anda harus lebih Kuat daripada yang tampak dan Anda harus lebih Pintar daripada yang Anda kira. AA Milne (1882-1956)

Dongeng atau Nyata ?

Sering saya baca tulisan pakar Agama A berdebat dengan pakar Agama B mengenai kebenaran dari Agama mereka masing-masing, kebenaran dari sisi A belum tentu benar bagi B, begitu juga sebaliknya, karena si A dan si B memiliki standar kebenaran mereka sendiri yg diperoleh dari kitab sakti Agama mereka dan berlanjut menjadi tulisan-tulisan dan pernyataan-pernyataan kepada publik

Permasalahannya, kitab sakti mana yang paling benar ? cilakanya, di bumi ini muncul berpuluh-puluh Agama dengan konsep penciptaan, sosok pencipta/Tuhan dan kitab sakti mereka masing-masing, dimana setiap kitab sakti pasti saling beradu kehebatan dan kebenaran cerita yg ada didalamnya, ujung dari setiap cerita yang ada dikitab sakti tersebut pasti bersumber pada tokoh central yaitu sosok pencipta/Tuhan yang di kenal si A dan si B dari kitab sakti...

Jika masing-masing mengklaim bahwa tokoh central nya yang paling benar, kenapa tokoh central tersebut tidak mau menyelesaikan persoalan ini, yang ada si tokoh tersebut hanya membiarkan persoalan ini berlarut-larut yang mengakibatkan perselisihan, keributan, perdebatan, pertentangan, perkelahian, permusuhan, peperangan bahkan pembunuhan. Sampai terjadi hal yang terburuk sekalipun, tokoh central tersebut hanya lah menjadi penonton yang baik dan duduk diam menikmati pertunjukan spektakuler...

Apakah sosok central tersebut benar eksis keberadaannya ? karena kontribusi nyata dari sosok central tersebut tidak kunjung tiba sedikit pun, yang ada hanya lah cerita yang "seakan nyata" terjadi dan pasti disampaikan oleh pengemar tokoh central tersebut, singkatnya selalu ada wartawan atau reporter yang "harus" menyampaikan (seakan ada) keberadaan si tokoh central tersebut. Kenapa bukan dari si tokoh itu sendiri yang menyampaikan keberadaannya ? Apakah karena tokoh tersebut mempunyai sifat pemalu yg selalu bersembunyi dan hanya memperhatikan segala sesuatu ?

Ah jangan-jangan... tokoh central yg dipeributkan tersebut hanya lah dongeng/wayang karangan manusia jaman dulu saja, yang keluar sebagai bentuk imajinasi mereka terhadap pencarian sosok yang lebih dari diri nya untuk meluapkan permasalahan mereka yang tak teratasi dan menjadi tempat dimana mereka bisa meminta bantuan/pertolongan, walau selalu memunculkan kekecewaan karena tidak 100% sesuai dengan apa yang diharapakn.

Pertanyaan lain, jika tokoh central tersebut bukan lah dongeng/wayang karangan manusia, jadi tokoh dari kitab sakti mana yg paling benar ? Dan tentunya jika tokoh central tertentu lah yang paling (mendekati) benar, maka seharusnya si tokoh tersebut harus meng-proklamasikan diri nya sejak dulu/awal penciptaannya, sehingga hanya ada 1 tokoh central, 1 kitab sakti dan seluruh masalah klasik manusia menjadi jelas, yang paling penting lagi, tentunya tidak akan pernah ada permusuhan, perkelahian, peperangan dan pembunuhan terhadap mahluk lain mengatas-namakan agama lagi hanya karena adanya suatu perbedaan...

Sayangnya semua itu tidak pernah terwujud/terjadi, yang ada hanya lah kumpulan orang-orang bodoh yang selalu ribut walau sebenarnya orang-orang bodoh tersebut tidak pernah mengetahui secara pasti atas kebenaran kitab sakti dan si tokoh central yang dimaksud, yang ada hanya lah sibuk untuk mempertahankan gengsi dan ego bahkan rela mati demi sosok yang hanya ada didalam imajinasi mereka...

Kumpulan orang-orang bodoh itu lah yang selalu ribut dan sibuk serta berlomba-lomba setiap tahunnya untuk menyatakan keberadaan si sosok central yang mereka sendiri tidak tau keberadaannya, aneh nya si tokoh tersebut juga tidak pernah berkeinginan menyatakan diri nya sendiri secara langsung untuk menciptakan Surga/Taman Eden secara nyata di bumi ini atau dengan kata lain kedamaian untuk saat ini, sekarang ini, di bumi ini...

0 komentar: