Coffee Morning

Anda harus lebih Berani daripada yang Anda yakini, Anda harus lebih Kuat daripada yang tampak dan Anda harus lebih Pintar daripada yang Anda kira. AA Milne (1882-1956)

Pencipta dan Hasil Ciptaan (Bagian II)

Sering kita melihat pemandangan yang kontras antara manusia dengan ekonomi yang berlebih dan manusia dengan ekonomi yang kekurangan. Hal ini pula yang menimbulkan jurang pemisah dan menimbulkan kecemburuan/kesenjangan sosial, bahkan bisa terjadi permusuhan/pertikaian/pembunuhan hanya karena masalah ekonomi.

Namun yang menjadi pertanyaan, dari mana manusia memiliki rejeki yang berlebih sehingga memperoleh materi yang berlebih dan mengapa ada manusia yang rejekinya seret sehingga tidak memperoleh materi dalam memenuhi kebutuhkan sehari-hari nya ?

Apakah hanya dengan alasan, kaya-miskin ada untuk membuat suatu keseimbangan, jika tidak ada yang kaya maka tidak ada yang miskin ? Kita dapat mengatakan keseimbangan jika jumlah orang yang kaya dengan orang yang miskin seimbang dan efek buruk dari kaya-miskin tidak pernah ada dipermukaan bumi ini...

Apakah kaya-miskin tergantung dari usaha keras yang dilakukan oleh seseorang ? Jika demikian, apakah seorang pekerja kasar dipelabuhan lebih kaya dibandingkan pekerja kantoran ?

Apakah kaya-miskin tergantung dari ketekunan/giat/pantang nyerah ? Jika demikian, apakah seseorang yang pandai/pintar dalam pelajaran yang terkenal karena usahanya yang tekun/giat/pantang nyerah pasti lebih kaya dibandingkan mereka yang tidak bersekolah/pandai/pintar ?

Apakah kaya-miskin tergantung dari orang tuanya ? Jika demikian, apakah orang tua yang kaya berarti anak nya pasti kaya juga dibandingkan mereka yang memiliki orang tua yang kurang dalam materi ? Kenyataannya banyak orang yang sebelumnya sangat kurang dalam ekonomi tapi anak-anaknya menjadi orang sukses dengan materi yang berlebih...

Apakah kaya-miskin tergantung dari keyakinannya terhadap si pencipta yang paling benar ? Jika demikian, kekayaan seseorang akan diperoleh hanya jika ia berkeyakinan pada agama itu saja, diluar agama itu tidak akan ditemukan 1 orang pun yang sukses, namun kenyataannya berbicara lain. Setiap agama pasti memiliki umatnya yang kaya, juga memiliki umatnya yang sangat-sangat kekurangan dalam ekonomi...

Jadi apa karakteristik sehingga orang bisa kaya dan bisa miskin ? Jangan lah kita menutup mata atas fenomena ini dalam kehidupan bermasyarakat, karena efek dari fenomena ini menimbulkan hal buruk yang tidak pernah akan diduga oleh kita sebelumnya yang menganggap remeh hal ini...

Apakah ada peran serta dari si pencipta dalam hal ini ? Jika iya, maka kenapa terjadi kepincangan yang dapat menimbulkan efek buruk atas fenomena kaya-miskin ? Apakah ini semua diluar perhitungan si pencipta atau mungkin si pencipta tidak mampu untuk mengetahui hal ini atau mungkin si pencipta mengetahui tapi membiarkan hal ini terjadi...

Saya yakin tidak ada orang yang mau hidup dalam keadaan kekurangan dalam hal materi, terlebih jaman saat ini dimana tuntutan kebutuhan dalam kehidupan membutuhkan materi yang tidak sedikit. Mengapa pula jumlah manusia yang hidup dalam kekurangan lebih banyak daripada meraka yang hidup dengan materi yang berlebih ? Apakah ada unsur ketidakadilan dari si pencipta dalam hal ini ?

Mengapa sampai semua ini terjadi ? Apakah tidak pernah diperhitungkan sebelumnya oleh si pencipta ?

Dalam usaha pemenuhan kebutuhan dalam hidup, seseorang dituntut untuk bekerja memperoleh materi dengan usaha yang keras maupun dengan usaha yang gampang. Dalam bekerja kadang menimbulkan kecemburuan atas jabatan yang dijalani nya, ada yang memiliki jabatan yang rendah sehingga bekerja kasar, ada yang memiliki jabatan cuma sebagai staff, ada yang memiliki jabatan sebagai manager dan direktur.

Mengapa sampai seseorang memperoleh jabatannya tersebut ? Apakah dengan usaha yang giat dan rajin, sehingga pemimpin perusahaan menghargai kinerja nya dan menempatkannya pada posisi yang lebih tinggi ? Bagaimana dengan seseorang yang tidak memiliki kinerja yang baik namun dapat menduduki posisi yang lebih tinggi ? Bagaimana dengan seseorang yang baru bekerja sudah menduduki posisi yang lebih tinggi, apakah hanya karena faktor ijasah/relasi ?

Apakah semua ini ada pautannya dengan si pencipta ? Jika tidak ada, kenapa hal ini bisa terjadi dengan sendiri nya ?

Apakah karena si pencipta yang menginginkan kondisi seperti itu ? Jika tidak, berarti tidak ada umat dari si pencipta yang bisa dikatakan bahwa ia memperoleh pekerjaan karena kuasa/berkah dari si pencipta, sehingga umat tidak perlu berterima kasih pada si pencipta...

Ada kasus dimana seseorang yang tidak memiliki kinerja yang baik tapi bisa menempati posisi jabatan yang cukup tinggi hanya karena ia menganut agama yang sama dengan pemimpin perusahaan, padahal didalam lingkungan kerja ada orang lain yang memiliki kinerja yang lebih baik hanya saja ia tidak menganut agama yang sama dengan pemimpin perusahaan. Apakah ini terjadi juga karena kuasa si pencipta dari suatu agama ?

Kenapa persoalan kaya-miskin dan jabatan/kekuasaan ini menjadi persoalan dalam pembahasan masalah kehidupan ?

Karena hal-hal tersebut dapat menimbulkan efek buruk yang dapat menimbulkan rasa benci, iri hati, dengki dan marah ketika seseorang berada diposisi yang tidak menguntungkan dan memiliki kedudukan yang lebih rendah, walau ia tidak mengetahui secara pasti mengapa ia sampai mengalami hal tersebut. Apakah ada faktor nasib ? Siapa yang mengatur nasib manusia dalam hal ini ?

Saya rasa tidak ada orang yang mau mengalami hal buruk tersebut, setiap orang pasti berkeinginan memperoleh yang terbaik dalam hidupnya, namun kenapa ketimpangan itu tetap terjadi ?

Apakah kita telah berpikir kritis untuk memperoleh jawaban atas kehidupan atau bersikap masa bodoh dan menerima saja apa adanya tanpa perlu mengetahui kebenarannya ?

0 komentar: